PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, menyerukan kolaborasi kuat antara Pemprov Kalimantan Tengah dan pemerintah pusat dalam mempercepat realisasi program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, inisiatif ini bukan sekadar program, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian ekonomi desa dari bawah.
” Kopdes Merah Putih dapat menjadi instrumen penting dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat desa melalui pengelolaan potensi lokal secara terarah dan terstruktur,” ujar Juliansyah dalam kunjungan kerja DPRD Kotim ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis, 10 April 2025.
Program Kopdes Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan target pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia.
Koperasi ini dirancang sebagai koperasi multi-layanan yang mencakup unit usaha seperti toko sembako, apotek desa, klinik, simpan pinjam, fasilitas cold storage, layanan logistik, dan kantor administrasi koperasi.
Pendirian Kopdes Merah Putih akan menggunakan Dana Desa, dengan prioritas pada desa yang telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi sebagai pilot project.
Peluncuran Kopdes Merah Putih dijadwalkan pada Juli 2025, dengan 40.000 koperasi di antaranya berada di Pulau Jawa.
Juliansyah menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan dukungan dari pemerintah provinsi, khususnya dalam hal kebijakan, regulasi, dan pembinaan teknis di lapangan.
Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan dan pendampingan bagi pengelola koperasi untuk memastikan tata kelola yang profesional dan transparan.
“Kami berharap Dinas PMD Provinsi Kalteng dapat berperan aktif dalam mendukung implementasi Kopdes Merah Putih di daerah ini, sehingga tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dapat tercapai,” tutupnya.
(Sya'ban)












