PALANGKA RAYA – Wajah Bundaran Besar Palangka Raya bakal makin memikat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah siap menghadirkan dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) megah di jantung kota, dengan total anggaran fantastis mencapai Rp100 miliar.
Meski pemerintah pusat tengah getol mengencangkan ikat pinggang demi efisiensi, proyek prestisius ini dipastikan tetap berjalan mulus tanpa pemangkasan anggaran.
Dua lokasi strategis jadi titik pembangunan: bekas Gedung KONI Kalteng dan eks Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kepala Dinas PUPR Kalteng, Shalahuddin, mengungkapkan, proses kontrak dimulai dalam minggu ini.
“Untuk RTH di eks Gedung KONI, kontraknya baru ditandatangani Selasa atau Rabu. Saat ini kontraktor sedang melakukan pembongkaran,” kata Shalahuddin saat ditemui Berita Sampit di Bundaran Besar Palangka Raya, Senin, 21 April 2025.
Pemerintah menargetkan kedua ruang hijau itu rampung pada akhir Desember tahun ini. “Kita doakan selesai akhir tahun,” ujarnya.
Shalahuddin memastikan anggaran tak mengalami pemotongan. RTH di eks KONI menghabiskan dana sekitar Rp43 miliar, sementara pembangunan di eks Disnakertrans menghabiskan Rp57 miliar.
“Tidak ada efisiensi. Ini proyek di kota, susah kalau efisiensi. Targetnya Desember bisa langsung difungsikan,” ungkapnya.
Bundaran Besar Palangka Raya akan diresmikan setelah pembangunan kedua ruang hijau itu selesai dibangun, sehingga masyarakat nantinya bisa menikmati pemandangan kota dari ketinggian 45 meter.
Adapun nama untuk bangunan ikonik bergaya arsitektur Talawang setinggi 45 meter yang berdiri di tengah Bundaran Besar masih akan dibahas. Opsi yang mengemuka, antara lain melalui forum bersama DPRD atau menggelar sayembara.
“Mungkin akan dirapatkan dengan DPRD atau disayembarakan. Nanti juga dikoordinasikan dengan Gubernur,” tutur Shalahuddin.
Jika proyek selesai tepat waktu, Bundaran Besar bakal berubah menjadi ikon baru Palangka Raya, kawasan yang tak sekadar jadi simpul lalu lintas, tetapi juga ruang publik yang hidup.
(Sya'ban)












