SAMPIT – Laga final turnamen mini soccer tingkat SD se-Kotim dalam rangka HUT SMP Negeri 9 Sampit, Rabu 23 April 2025, menyajikan pertarungan seru yang memacu adrenalin. Bertempat di lapangan Wengga Metropolitan, pertandingan mempertemukan dua tim kuat: MIN 1 Kotim dan SDN 7 Pelangsian.
Dengan semangat membara, MIN 1 Kotim yang tampil gagah dalam balutan jersey putih-hijau sukses menumbangkan lawannya dengan skor telak 4-0. Sementara SDN 7 Pelangsian yang mengenakan seragam merah, harus mengakui keunggulan lawannya meski tampil penuh semangat.
Sorak sorai suporter dari kedua tim menggema di pinggir lapangan, menambah panas suasana pertandingan. Para orang tua yang hadir pun tak henti memberikan dukungan, menjadikan laga final ini semakin meriah dan emosional.
MIN 1 Kotim tampil dominan sejak menit-menit awal. Beberapa kali mereka menciptakan peluang, namun tendangan-tendangan yang dilepaskan masih belum menemui sasaran.
SDN 7 Pelangsian pun mencoba mencari celah dan membangun serangan, namun pertahanan MIN 1 cukup kokoh.
Memasuki menit ke-14, nomor punggung 10 dari MIN 1 Kotim, Muhammad Rifky Arrasyid, berhasil menjebol gawang SDN 7 Pelangsian dan membawa timnya unggul 1-0.
SDN 7 Pelangsian mencoba mengejar ketertinggalan, namun skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai.
Saat jeda, kedua pelatih memberikan arahan pada anak didik masing-masing bagaimana strategi untuk menghadapi babak kedua melihat situasi yang ada.
Babak kedua dimulai pukul 08.35 WIB. Tekanan terus diberikan oleh MIN 1 Kotim. Pada menit ke-28, Rifky kembali mencetak gol keduanya, memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Semangat SDN 7 terlihat mulai menurun, dan hal ini dimanfaatkan oleh MIN 1. Dua menit berselang, giliran nomor punggung 16, A Syauqan, menambah keunggulan menjadi 3-0.
Pada menit ke-33, Muhammad Rifky Ar-Rasyid melengkapi hattrick-nya dan memastikan kemenangan telak 4-0 untuk MIN 1 Kotim. Gol ini sekaligus menjadikan Rifky sebagai top skor turnamen dengan total 7 gol.
Pelatih MIN 1 Kotim, M Iqbal Batubara, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya walau dengan waktu mepet untuk melaksanakan latihan.
“Tim kami bekerja semaksimal mungkin meski persiapan minim karena bulan puasa dan ujian kelas 6 yang mepet. Alhamdulillah berhasil meraih hasil terbaik,” ujarnya.
(Nardi)












