SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki menerima kunjungan kerja Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Dr Sunarto dalam rangka audiensi terkait program Quick Win Kemendukbangga/BKKBN.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Sukamara, Mahfudin mengatakan bahwa audiensi terkait upaya penerapan program Quick Win yang dicanangkan oleh Kemendukbangga/BKKBN.
“Di Kemendukbangga/BKKBN ada lima program yaitu Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps Keluarga Indonesia,” jelas Mahfudin, Rabu 7 Mei 2025.
Mahfudin menerangkan bahwa program Genting merupakan program yang bertujuan untuk mencegah stunting melalui intervensi keluarga rentan stunting. Lalu ada program Tamasya merupakan program taman yang menyediakan layanan pengasuhan yang terstruktur dan berstandar, termasuk pengasuh tersertifikasi, psikolog anak, dan dokter spesialis anak.
Lalu ada Gerakan Ayah Teladan Indonesia atau Gati yang bertujuan untuk mengoptimalkan peran ayah dalam keluarga, termasuk layanan konseling pra dan pasca nikah, serta saat memiliki anak. Yang keempat ada program Lansia Berdaya yaitu program yang menyediakan home care berbasis komunitas untuk lansia yang membutuhkan perawatan, termasuk bantuan dalam hal kesehatan dan kesejahteraan.
Sedangkan program Super Apps, Keluarga Indonesia adalah aplikasi yang berfungsi sebagai platform untuk memberikan konsultasi mengenai masalah keluarga, perawatan anak oleh profesional, dan layanan kesejahteraan keluarga.
“Dengan adanya audiensi ini pihak kementerian berharap Kabupaten Sukamara bisa menerapkan program Quick Win ini,” terang Mahfudin.
Mahfudin jug menerangkan jika Bupati Sukamara, Masduki menyambut baik dan berkomitmen program dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN hingga nantinya bisa diterapkan di Bumi Gawi Barinjam.
“Pak Bupati berkomitmen mendukung kegiatan ini dan sebagian kegiatan ini memang sudah ada uang bejalan di Kabupaten Sukamara misalnya pada kasus stunting sudah banyak perusahaan besar sawit yang membantu seperti susu dan makanan penambah gizi, serta pembuatan sanitasi bagi warga yang memang membutuhkan,” tukas Mahfudin. (enn)












