PALANGKA RAYA – Aula Lewu Berkah siang itu tampak lebih ramai dari biasanya. Suasana formal namun akrab menyelimuti ruangan saat para perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkumpul di bawah satu atap.
Mereka tak sekadar hadir untuk menghadiri rapat, mereka datang membawa tanggung jawab untuk menyukseskan langkah awal dua lembaga penting: Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Tengah.
Selasa, 6 Mei 2025, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah memimpin rapat koordinasi persiapan pelantikan kepengurusan TP Posyandu dan Dekranasda masa bakti 2025- 2029.
Sebuah momen penting yang akan menjadi tonggak penguatan layanan dasar masyarakat dan pemberdayaan ekonomi kreatif daerah.
Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PMD, H. Aryawan, rapat itu menjadi ajang penyelarasan persepsi antarinstansi, agar pelaksanaan pelantikan nantinya dapat berjalan lancar, terkoordinasi, dan memberi kesan mendalam.
“Kita tidak bicara seremonial semata, tetapi awal dari peran strategis lembaga-lembaga ini di masyarakat,” ujarnya.
TP Posyandu, sebagai lembaga baru yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, diposisikan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, khususnya di desa.
Lebih dari sekadar pos pelayanan balita, kini posyandu memikul beban enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban dan ketenteraman umum, serta sosial.
“Artinya, posyandu bukan hanya tentang timbang bayi. Ia kini menjadi simpul pelayanan dasar lintas sektor, yang hadir langsung di tengah masyarakat,” kata Aryawan dengan nada serius.
Tak kalah penting, Dekranasda Kalteng akan memainkan peran dalam menghidupkan kembali potensi kerajinan daerah. Sebagai wadah pembinaan seni berbasis kearifan lokal, Dekranasda menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dengan pasar yang lebih luas.
“Lewat Dekranasda, kita bisa mendorong UKM naik kelas, mempromosikan produk khas Kalteng, dan membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ucapnya.
Rapat juga membahas teknis pelaksanaan pelantikan, mulai dari waktu, lokasi, hingga susunan acara. Hadir dalam rapat lintas sektor ini antara lain Sekretaris Dinas PMD Etty Aprilya, sejumlah kepala bidang, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman, Satpol PP, BPB-PK, dan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah.
Di penghujung rapat, Aryawan menegaskan harapannya. Bahwa pelantikan nanti bukan hanya awal yang formal, tapi benar-benar awal dari kerja-kerja nyata yang menyentuh masyarakat.
“Dengan sinergi lintas OPD, kita bangun pondasi untuk lembaga yang kuat, adaptif, dan profesional. Ini bukan sekadar pelantikan, ini investasi untuk masa depan desa dan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
(Sya'ban)












