PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Pemerintah Provinsi untuk mempercepat reformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran dan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK), guna menciptakan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal.
Juru Bicara Fraksi Golkar, Rahadian Fani, menyampaikan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalteng.
Namun, berdasarkan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD, masih ditemukan sejumlah persoalan dalam sektor pendidikan.
“Ketimpangan kualitas layanan pendidikan antarwilayah dan rendahnya serapan program pelatihan vokasional yang relevan dengan dunia kerja serta terbatasnya akses pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menjadi perhatian,” ujarnya saat membacakan pemandangan umum fraksinya terhadap LKPJ Gubernur Tahun 2024, belum lama ini.
Lebih lanjut Rahadian Fani mengatakan, Fraksi Golkar menilai bahwa percepatan reformasi pendidikan harus berorientasi pada link and match antara pendidikan formal dan kebutuhan tenaga kerja lokal, khususnya di sektor pertanian modern, pariwisata, dan industri pengolahan.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian pada peningkatan infrastruktur sekolah, percepatan digitalisasi pembelajaran, penguatan fungsi BLK, serta pemenuhan guru di daerah terpencil.
“Peningkatan infrastruktur sekolah, digitalisasi pembelajaran, penguatan BLK, serta pemenuhan guru di daerah terpencil harus menjadi prioritas di tahun anggaran berikutnya,” pungkasnya.
(Syauqi)












