Ditutup 90 Hari, Lantai Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono Dibongkar

IST/BERITASAMPIT - Pembongkaran lantai Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, dalam rangka rehabilitasi menyeluruh yang ditargetkan selesai dalam 90 hari.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Timur (Kotim) mulai melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap Jembatan Patah yang berada di Jalan Kapten Mulyono, Sampit. Proyek tersebut ditandai dengan pembongkaran total lantai jembatan yang selama ini menggunakan papan kayu ulin.

Sejumlah pekerja terlihat mencopot satu per satu papan lantai jembatan yang kondisinya sudah mengalami penurunan kualitas.

Akses melintasi jembatan juga ditutup sementara dan masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.

Pekerjaan rehabilitasi ini diperkirakan berlangsung selama 90 hari. Selama proses berlangsung, warga diminta tidak memaksakan diri melintas di area proyek demi menghindari risiko kecelakaan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim Mentana Dhinar Tistama, mengatakan perbaikan kali ini dilakukan secara menyeluruh, berbeda dengan sebelumnya yang hanya mengganti bagian lantai yang rusak.

“Untuk jembatan permanennya memang sedang berproses dalam studi kelayakan atau feasibility study (FS), sehingga sambil menunggu itu selesai, jembatan yang ada harus tetap aman digunakan,” kata Mentana, Sabtu 13 Juni 2026.

Pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko dengan membiarkan kondisi jembatan terus menurun sementara proses pembangunan jembatan permanen masih membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Aktivitas masyarakat tetap berjalan setiap hari, sehingga kondisi jembatan harus dipastikan aman. Karena itu kami melaksanakan pemeliharaan yang memang sudah diprogramkan sebelumnya,” ujarnya.

Seluruh lantai jembatan yang sudah mengalami penurunan kualitas akan diganti dengan material baru agar jembatan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat hingga proyek penggantian permanen direalisasikan.

Saat ini, kajian pembangunan jembatan permanen masih berjalan. Pemerintah daerah masih mempertimbangkan berbagai aspek teknis, termasuk kemungkinan pembangunan dilakukan di lokasi yang sama atau pada titik lain yang dinilai lebih ideal.

“Setelah FS selesai, masih ada tahapan DED dan proses perencanaan teknis lainnya. Dari hasil kajian sementara, penggantian lantai yang dilakukan sekarang diperkirakan cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat sampai jembatan permanen dibangun,” jelasnya.

Jembatan Patah selama ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat. Namun kondisinya yang terus menurun kerap dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai membahayakan.

Sejumlah insiden kecelakaan pernah terjadi di sekitar jembatan tersebut. Bahkan beberapa pengendara dilaporkan terjatuh saat melintas akibat kondisi lantai yang rusak dan tidak rata.

Warga berharap rehabilitasi yang dilakukan saat ini dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen. (Nardi)



baca juga ...  Janji Manis Umrah Berujung Penjara, Polres Kotim Amankan Tersangka Penipuan di Pulau Hanaut
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!