PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat peran masyarakat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), seiring dengan prediksi musim kemarau yang akan datang.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memberikan dukungan langsung kepada Masyarakat Peduli Api (MPA), yang menjadi ujung tombak pengawasan dan pemadaman dini di wilayah rawan kebakaran.
Hal ini disampaikan dalam Apel Kesiapsiagaan Pengendalian dan Penanggulangan Karhutla Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang dipimpin langsung oleh Gubernur H. Agustiar Sabran di Halaman Kantor Gubernur, Rabu pagi, 28 Kei 2025.
Apel tersebut sekaligus menjadi momentum penyerahan bantuan simbolis berupa peralatan pemadam kebakaran kepada delapan perwakilan dari total 75 kelompok MPA yang tersebar di seluruh Kalteng.
“MPA adalah pahlawan kita di garis depan. Mereka yang pertama kali merespons ketika ada titik api. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memperkuat peran dan kapasitas mereka,” kata Gubernur Agustiar Sabran dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam mencegah bencana kabut asap yang telah lama menjadi ancaman tahunan di Kalimantan Tengah.
Oleh karena itu, selain memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, dan instansi teknis, dukungan terhadap MPA akan terus ditingkatkan, baik dalam bentuk pelatihan, logistik, maupun anggaran operasional.
Dalam apel tersebut, hadir pula jajaran Forkopimda, termasuk Wakil Gubernur Edy Pratowo, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, Danrem 102/PJG Brigjen TNI Wimoko, Kajati Kalteng Undang Mugopal, serta para kepala perangkat daerah terkait.
Seluruh elemen menyatakan kesiapan penuh menghadapi potensi Karhutla yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau mulai pertengahan Juni 2025.
Gubernur juga menginstruksikan bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah untuk segera menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla di wilayah masing-masing jika diperlukan, agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi, termasuk dalam hal mobilisasi sumber daya seperti helikopter, pemadaman udara, dan teknologi modifikasi cuaca.
“Kita harus bergerak cepat, jangan sampai terlambat. Koordinasi harus sampai ke desa–desa. Di situlah MPA berperan strategis,” tegas Gubernur.
Dukungan terhadap MPA diharapkan dapat menciptakan sistem pengendalian Karhutla berbasis komunitas yang kuat dan berkelanjutan.
Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan jika melihat potensi kebakaran.
(Sya'ban)












