PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menyerahkan dana hibah sebesar Rp37,5 juta kepada masing-masing dari 16 organisasi relawan pemadam kebakaran (damkar) se-Kota Palangka Raya. Total dana hibah yang disalurkan mencapai Rp600 juta.
Penyerahan hibah tersebut dilakukan usai pengukuhan relawan damkar dalam apel yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu, 28 Mei 2025.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan bahwa pembentukan relawan damkar dan pemberian hibah ini merupakan bagian dari program 100 hari kerjanya.
“Pemberian dana hibah kepada relawan damkar se-Kota Palangka Raya, ada sekitar 16 relawan yang masing-masing menerima Rp37,5 juta dengan total anggaran Rp600 juta, itu tadi diberikan kepada seluruh relawan,” ujar Fairid.
Ia menjelaskan bahwa para relawan ini berada di bawah pembinaan langsung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya. Selain menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para relawan ini juga aktif dalam penanganan kebencanaan di lingkungan masyarakat.
“Tentu karena relawan induk pembinaannya dari dinas pemadam kebakaran. Kalau tadi ditanya untuk karhutla, tentu semua tidak hanya karhutla tapi juga kebencanaan di warga-warga masyarakat khususnya,” jelasnya.
Fairid juga membedakan peran relawan dengan Satuan Tugas Karhutla yang bersifat khusus. “Kalau karhutla ada tim satgas, kalau relawan lebih ke BPK (barisan pemadam kebakaran), lebih ke relawan pemadam di lingkungan RT RW,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan hibah ini merupakan langkah awal dalam mengorganisir para relawan agar dapat bersinergi dan tidak bekerja sendiri-sendiri di lapangan.
“Ke depannya tidak menutup kemungkinan bila ada yang belum terkafer akan kita kafer. Ini adalah inisiasi dari seluruh relawan di Kota Palangka Raya agar mereka dilibatkan dan bersinergi di mana tempat bernaung, agar tidak bergerak sendiri-sendiri. Nah, ini masuk program 100 hari kerja,” tutup Fairid.
(Syauqi)












