Perbaikan Sisi Jalan Ujung Pandaran-Kuala Pembuang Dikebut, Ditarget Rampung Juli 2025

AHMAD/BERITASAMPIT - Alat berat mulai diturunkan di ruas Jalan Ujung Pandaran-Kuala Pembuang, Kamis, 29 Mei 2025. Proyek peningkatan jalan ini ditargetkan rampung lebih cepat pada Juli 2025.

– Kabar baik bagi masyarakat (Kotim) dan Kabupaten ! Proyek perbaikan sisi Jalan Ujung Pandaran-Kuala Pembuang yang menghubungkan wilayah pesisir Kotim dan resmi dimulai dan tengah dikebut pengerjaannya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur. Target ambisius pun dipasang: penyelesaian fisik jalan ini diproyeksikan tuntas pada Juli 2025 lebih awal dari batas kontrak yang berakhir 6 November 2025.

“Baru saja dimulai, masih dalam tahap persiapan di lapangan,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalteng, Rody, saat dikonfirmasi Berita Sampit, Kamis siang, 29 Mei 2025.

Nilai kontrak semula sebesar Rp24,33 miliar, kemudian mengalami efisiensi menjadi Rp6,96 miliar. Efisiensi itu berdampak pada penyesuaian volume penanganan, dari panjang 177 meter menjadi 49 meter untuk pekerjaan sheet pile plus.

Langkah percepatan juga terlihat dari data progres per 28 Mei 2025. Untuk pekerjaan reguler, realisasi fisik mencapai 7,89 persen dari rencana 2,74 persen (deviasi positif 5,15 persen).

Sedangkan pada pekerjaan hasil efisiensi (R.Ef), progres fisik tercatat 27,50 persen, jauh di atas rencana sebesar 2,79 persen (deviasi positif 24,71 persen).

“Kalau tidak ada kendala, insyaAllah bisa kita rampungkan lebih cepat dari jadwal, mungkin Juli sudah selesai,” ujar Rody optimistis.

Kerusakan pada sisi jalan sebelumnya disebabkan oleh abrasi dan gelombang pasang yang menghantam garis pantai.

Akibatnya, struktur bronjong yang dipasang sebagai pengaman tidak lagi memadai. Dinas PUPR pun menggantinya dengan sheet pile baja, yang akan ditanam hingga kedalaman 12-18 meter.

“Bronjong itu hanya solusi darurat karena keterbatasan anggaran sebelumnya. Untuk yang permanen dan tahan terhadap abrasi laut, harus sheet pile baja,” katanya.

baca juga ...  SDN 5 Baamang Hulu Sapu Bersih Juara Lomba Kesenian Tingkat Kecamatan

Rody menambahkan, sheet pile yang digunakan kini sedang dalam proses pemesanan. Saat ini pekerjaan difokuskan pada mobilisasi peralatan dan material, serta persiapan awal pelaksanaan.

Bronjong lama tetap akan dimanfaatkan, namun hanya untuk sisi daratan yang risikonya lebih rendah.

Proyek ini merupakan bagian dari paket strategis yang dibiayai lewat Dana Alokasi Umum (DAU), dengan masa pelaksanaan hingga 6 November 2025 dan masa pemeliharaan berakhir pada 4 Mei 2026. Masa jaminan pelaksanaan juga berlaku hingga 6 November 2025.

“Kalau tetap pakai bronjong, risikonya jalan bisa putus karena abrasi. Maka itu kita ambil langkah ini sekarang,” tegas Rody.

Penanganan utama difokuskan pada ruas paling terdampak sepanjang 300 meter, dengan prioritas pada titik yang langsung berhadapan dengan laut.

“Kami manfaatkan betul masa pemeliharaan dan jaminan pelaksanaan ini agar hasilnya optimal,” pungkasnya.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!