LAMANDAU – Gelaran Job Fair 2025 yang dilaksanakan di Aula Gedung Lintang Torang, Nanga Bulik, Selasa 24 Juni 2025, tampak sepi pengunjung. Padahal, puluhan perusahaan telah membuka stan dan menyediakan berbagai lowongan kerja untuk masyarakat Lamandau.
Kondisi ini menjadi sorotan sejumlah pihak, yang menilai bahwa minimnya sosialisasi dan kurangnya pemberitaan di media menjadi penyebab utama rendahnya animo pencari kerja.
“Sayang sekali, acaranya bagus tapi sepi. Banyak masyarakat yang bahkan tidak tahu kalau hari ini ada Job Fair,” ujar salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya.
Job Fair yang digagas Pemkab Lamandau melalui Dinas Tenaga Kerja ini sejatinya bertujuan untuk mempertemukan pencari kerja dengan penyedia lapangan kerja, sekaligus menekan angka pengangguran. Namun, realisasi di lapangan justru tak sesuai harapan.
Pantauan di lokasi, sejumlah stan perusahaan terlihat lengang dan ada beberapa stan perusahaan yang tidak ikut serta dalam Job Fair tersebut. Beberapa hanya pengunjung terlihat saat pembukaan saja.
“Kami harap ke depan ada pemberitahuan lebih masif, bisa lewat media sosial, baliho, atau radio lokal. Apalagi banyak anak muda yang aktif di internet,” kata Dina (24), pencari kerja yang baru mengetahui acara dari temannya.
Minimnya pelibatan media juga disebut sebagai faktor penting yang perlu dievaluasi. Pihak penyelenggara diharapkan dapat lebih melibatkan media lokal dan platform digital sebagai kanal sosialisasi utama.
Kegiatan ini sebelumnya dibuka langsung oleh Sekda Lamandau, M. Irwansyah, yang menyampaikan pentingnya penguatan SDM dan kemitraan antara dunia kerja dan pendidikan.
Namun tanpa kehadiran pencari kerja secara masif, tujuan tersebut terancam tidak tercapai secara maksimal. (andre)












