Teror Buaya Menggila, Kades Bagendang Permai Desak Revisi Aturan Perlindungan

IST/BERITA SAMPIT - Kuryadi, Kepala Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten .

SAMPIT – Serangan buaya yang terus terjadi di wilayah selatan Kabupaten Timur (Kotim) kian meresahkan warga. Tak tinggal diam, Kepala (Kades) Bagendang Permai, Kuryadi, mendesak pemerintah segera merevisi aturan penanganan satwa liar yang dinilai tidak berpihak pada keselamatan masyarakat, Senin 21 Juli 2025.

Dalam tiga bulan terakhir, tercatat beberapa insiden penyerangan oleh buaya yang membuat warga trauma dan takut beraktivitas di sekitar sungai.

Kuryadi menyayangkan sikap lamban dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang terkesan menunggu korban baru sebelum bertindak. Ia menilai perlindungan terhadap manusia harus diutamakan dibanding satwa liar yang sudah membahayakan.

“Sangat disayangkan ada buaya yang selalu menyerang manusia, BKSDA harus tanggap tangani hal ini,” kata Kuryadi.

Dirinya juga mendesak pemerintah untuk merevisi aturan perlindungan buaya karena zona selatan Kotim sangat rawan, beri ruang untuk masyarakat yang menangani buaya.

“Aturannya harus di revisi, beri ruang khususnya untuk masyarakat zona selatan yang menangani buaya, jangan ketika masyarakat menangani nanti kena jeratan ,” ucapnya.

Ia mengatakan hal tersebut bukan tanpa dasar, menurutnya sekita 25 sampai 30 persen masyarakat daerah selatan Kotim masih banyak yang beraktivitas di air, baik nelayan maupun petani yang harus menyebrang sungai untuk menuju kebun.

“Sekitar 25 sampai 30 persen masyarakat masih menggunakan transportasi air, baik nelayan atau petani,” tambah Kuryadi.

Kuryadi juga menjelaskan bahwa bulan sebelumnya ada korban juga yang diterkam buaya di Pulau Hanut dan di Bagendang Tengah.

“Tiga bulan berturut-turut warga di terkam buaya, bulan lalu di ramban dan bulan sebelumnya di pulau hanaut,” ujarnya.

Kuryadi menegaskan bahwa tidak ada untungnya memelihara buaya jika tidak dirawat, populasi yang kian banyak menyebabkan makanannya minim, pada akhirnya manusia yang jadi sasaran.

baca juga ...  H-3 Lebaran, Pasar Keramat Sampit Bakal Dibanjiri Pembeli

“Tidak ada untungnya memelihara buaya, populasi makin banyak makanannya tidak ada. Manusia yang jadi sasaran. Jika ingin buat wisata sediakan tempatnya khusus dan kasih makan,” tegas Kuryadi.

(UTOMO)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!