SAMPIT – Bagi sebagian orang, musibah bisa menjadi titik balik dalam hidup, begitu pula yang dialami oleh Ibu Sumiati, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah.
Musibah yang dialaminya pada tahun 2022 menjadi titik awal perjuangan panjang melawan rasa sakit dan keterbatasan fisik. Namun di balik itu semua, ia bersyukur karena tidak harus berjuang sendirian.
Ia mulai rutin mengakses layanan kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan dan merasa sangat terbantu sejak saat itu.Terdaftar sebagai peserta Program Penerima Bantuan Iuran (PBI), Ibu Sumiati mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengalami kendala berarti selama menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
“Saya mulai rutin pakai BPJS Kesehatan sejak tahun 2022, waktu itu saya kena musibah dan harus bolak-balik berobat. Alhamdulillah dari awal sampai sekarang semuanya aman dan lancar,” ungkapnya saat ditemui di RSUD dr. Murjani Sampit.
Musibah yang menimpanya membuat Sumiati harus menjalani perawatan di poli ortopedi. Proses pengobatan pun tidak hanya dilakukan di dalam kota. Ia sempat dirujuk ke rumah sakit di Palangka Raya untuk kontrol lebih lanjut bahkan operasi, dan seluruh proses tersebut berjalan tanpa hambatan.
“Saya sudah pernah dirujuk ke Palangka Raya untuk kontrol dan operasi. Semuanya pakai BPJS, dan alhamdulillah prosesnya cepat, tidak ada yang dipersulit. Bahkan setelah itu saya dapat rujukan balik ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk perawatan lanjutan di poli ortopedi, juga tetap lancar,” katanya.
Bagi Sumiati, pelayanan yang ia terima tidak hanya cepat, tetapi juga ramah dan profesional. Ia merasa semakin yakin bahwa kehadiran BPJS Kesehatan benar-benar memberikan solusi bagi masyarakat, khususnya bagi peserta PBI seperti dirinya yang mungkin secara ekonomi tidak memiliki banyak pilihan.
“Selama ini tidak ada keluhan. Pelayanannya bagus, pengobatannya juga cepat. Saya sangat bersyukur bisa jadi peserta BPJS Kesehatan,” tuturnya.
Kini, Sumiati masih menjalani rawat jalan dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Namun, rasa takut dan bingung seperti saat pertama kali terkena musibah kini sudah sirna. Ia merasa memiliki harapan dan pegangan yang nyata lewat kehadiran BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan Komitmen Berikan Pelayanan Merata
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Iwan Kurnia, saat dimintai tanggapan terkait kisah Ibu Sumiati menyatakan bahwa hal tersebut adalah salah satu gambaran nyata dari misi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kami sangat mengapresiasi Ibu Sumiati yang bersedia berbagi pengalaman. Ini adalah bukti bahwa sistem JKN benar-benar bekerja dan memberikan manfaat bagi perserta program JKN,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, keberhasilan layanan kesehatan tidak hanya terletak pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada akses yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. BPJS Kesehatan terus menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan agar setiap peserta, tanpa terkecuali, mendapatkan pelayanan yang manusiawi, cepat, dan tepat.
“Mulai dari rujukan ke luar daerah, tindakan medis spesialistik, hingga layanan rawat jalan lanjutan. Semua itu dirancang agar peserta bisa menjalani proses penyembuhan yang baik untuk kedepannya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman positif seperti yang dialami Ibu Sumiati menjadi motivasi tersendiri bagi BPJS Kesehatan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami percaya bahwa pelayanan yang baik bisa menjadi bagian dari kesembuhan itu sendiri. Kami akan terus hadir untuk masyarakat, seperti Ibu Sumiati, agar tidak ada lagi orang yang sakit karena tak mampu berobat,” demikian Iwan Kurnia.












