KUALA KAPUAS – Pasca banjir yang melanda Kecamatan Mandau Talawang, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas langsung menurunkan Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapat layanan kesehatan. Tim ini dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, di halaman kantor Dinkes setempat.
Saat dikonfirmasi, Selasa 26 Agustus 2025, Tonun menegaskan pentingnya kehadiran tenaga medis di lapangan segera setelah bencana. Menurutnya, banjir tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit menular.
“Kita harus bergerak cepat agar masyarakat tidak jatuh sakit setelah banjir. Pelayanan kesehatan yang tanggap dan merata adalah prioritas utama,” ujarnya.
Tim yang berangkat terdiri dari dokter, paramedis, serta petugas kesehatan masyarakat. Mereka dilengkapi dengan obat-obatan, peralatan medis, dan logistik pendukung untuk menjangkau desa–desa terdampak. Kehadiran tim ini diharapkan mampu memberikan pelayanan langsung sekaligus penyuluhan mengenai kesehatan pasca banjir.
Tonun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat. Ia menyebut dedikasi mereka menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan dampak bencana.
“Saya percaya tim ini akan bekerja maksimal untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan,” katanya.
Mandau Talawang menjadi salah satu wilayah yang cukup parah terdampak banjir tahun ini. Kondisi lingkungan yang tergenang dalam waktu lama berpotensi memicu munculnya penyakit kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan. Karena itu, pelayanan kesehatan di lapangan dinilai sangat mendesak.
Selain layanan medis, tim juga ditugaskan memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Dinas Kesehatan menilai upaya pencegahan sama pentingnya dengan penanganan, agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat ke depan.
“Pemulihan kesehatan masyarakat harus menjadi bagian integral dari penanggulangan bencana. Kami berharap kegiatan ini bisa mempercepat proses pemulihan warga di Mandau Talawang,” tambah Tonun.
Pelepasan tim ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh kegiatan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat terdampak banjir. (ds)












