PALANGKA RAYA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong berbagai inovasi dalam program kerja untuk meningkatkan kualitas perempuan dan ketahanan keluarga.
Hal ini menjadi salah satu pokok bahasan yang disampaikan Ketua DWP Kalteng, Natalin Leonard S. Ampung, saat menjadi narasumber dalam podcast bertajuk “Mengenal Lebih Dekat Program Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Tengah” yang diselenggarakan Diskominfosantik Kalteng di Gedung Smart Province, Kamis, 28 Agustus 2025.
Natalin menjelaskan bahwa keberadaan DWP sebagai organisasi pendukung istri Aparatur Sipil Negara (ASN) kini memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya sebatas mendukung kinerja suami, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan.
“Perempuan perlu diberikan ruang untuk berkreasi dan berdaya. DWP hadir sebagai sarana untuk memaksimalkan potensi anggotanya sekaligus menjawab tantangan zaman,” ungkap Natalin.
Menurutnya, keberhasilan DWP Kalteng dalam melaksanakan berbagai program hingga saat ini mencapai 80 persen. Program-program tersebut dirancang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial masyarakat
Salah satu fokus utama DWP adalah penguatan ekonomi kreatif.
Natalin memaparkan, DWP Kalteng telah melaksanakan sejumlah pelatihan keterampilan, mulai dari pembuatan kue, pembinaan UMKM, hingga pembangunan kafe DWP yang progresnya telah mencapai 80 persen.
Selain itu, DWP bersama Tim Penggerak PKK juga tengah menyiapkan taman tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mendorong kemandirian anggota sekaligus mengenalkan pola hidup sehat kepada masyarakat.
“Pemberdayaan ekonomi menjadi perhatian serius kami. Kami ingin anggota DWP memiliki kemampuan menghasilkan produk dan jasa yang bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.
Selain bidang ekonomi, DWP Kalteng juga menjalankan program di sektor pendidikan dan sosial. Workshop peningkatan kapasitas perempuan, seminar parenting, hingga program pengobatan gratis menjadi bagian dari strategi organisasi untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Natalin menilai, di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, perempuan harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, transformasi digital dan literasi teknologi menjadi salah satu agenda penting DWP Kalteng.
“Era sekarang menuntut kita untuk bergerak lebih cepat dan memanfaatkan teknologi. Perempuan harus terus belajar agar dapat mengambil peran dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan sosial,” ujarnya.
Natalin menambahkan, puncak pelaksanaan program DWP Kalteng tahun ini akan ditandai dengan peringatan HUT DWP yang digelar 6-7 Desember 2025. Kegiatan tersebut rencananya akan menjadi momentum untuk memamerkan berbagai capaian, termasuk produk-produk UMKM binaan DWP.
Di akhir sesi, Natalin menegaskan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam mengembangkan organisasi. Ia optimistis DWP Kalteng dapat terus tumbuh menjadi wadah yang mampu memberikan dampak nyata, baik bagi anggota maupun masyarakat luas.
“Dengan kerja sama dan komitmen bersama, saya yakin DWP dapat menjadi motor penggerak perempuan Kalteng untuk lebih berdaya, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












