Sampah Menumpuk Usai Pawai Pembangunan, Warga Sampit Soroti Kesadaran Kebersihan

UTOMO/BERITA SAMPIT - Sampah yang berserakan usai pawai pembangunan di Sampit.

SAMPIT – Pawai pembangunan di Kota Sampit, Kabupaten Timur, Sabtu 30 Agustus 2025, berlangsung meriah dan sukses memikat ribuan penonton. Namun, euforia itu menyisakan pemandangan yang kurang sedap.

Usai acara yang digelar sejak pagi hingga siang hari tersebut, sejumlah ruas jalan utama yang menjadi rute pawai dipenuhi sampah. Dari botol plastik, bungkus makanan, hingga sisa minuman berserakan tak terkendali, seolah mengubah jalanan menjadi tempat pembuangan sementara.

Pantauan di lapangan memperlihatkan petugas kebersihan bekerja ekstra sejak pagi untuk membersihkan area yang kotor. Warga yang melintas pun tak sedikit yang mengeluh dan menyayangkan rendahnya kesadaran sebagian penonton menjaga kebersihan.

“Miris melihatnya, acaranya bagus dan meriah tapi selesai malah penuh sampah. Seharusnya masyarakat lebih peduli dan tidak buang sampah sembarangan,” ujar Firmandi, salah satu warga yang menyaksikan pawai.

Ia sangat menyayangkan, dirinya berharap kedepannya bisa menjadi bahan evaluasi agar saling menjaga kebersihan lingkungan.

“Mudahan kedepannya tidak ada lagi pemandangan seperti ini, sama-sama menjaga lingkungan lah,” harap Firmandi.

Meski demikian, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim langsung bergerak cepat membersihkan area jalan. Dengan peralatan seadanya, para petugas menyapu dan mengangkut sampah agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Kami selalu siagakan. tapi akan lebih baik jika kesadaran masyarakat juga meningkat. Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pawai pembangunan tahun ini memang menyedot ribuan penonton yang tumpah ruah di pusat kota. Namun di balik antusiasme tersebut, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama.

Pihak panitia mencatat jumlah peserta pawai tahun ini jauh lebih banyak dibanding beberapa tahun terakhir. Dengan rincian terdiri dari 61 kendaraan hias, 71 barisan jalan kaki pelajar, 19 drumband, 100 pejalan kaki umum, serta 6 kelompok sepeda hias.

(Utomo)

baca juga ...  Terancam Rugi Puluhan Juta, Transportir Desak Kepastian Hukum Kasus CPO Hilang
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!