SAMPIT – Sampit Trade Expo 2025 resmi ditutup di Stadion 29 Nopember Sampit, Sabtu 30 Agustus 2025 malam. Acara penutupan turut dihadiri Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim Johny Tangkere mengungkapkan, selama delapan hari pelaksanaan, tercatat perputaran uang mencapai Rp5 miliar dengan jumlah pengunjung sekitar 40.000 orang.
“Rata-rata setiap hari expo dikunjungi 5.000 orang. Selain itu, dari sektor retribusi dan sewa lahan juga menambah pendapatan daerah sebesar Rp65 juta,” jelasnya.
Menurut Johny, pameran ini tidak sekadar menjadi wadah promosi produk lokal, tetapi juga ruang kolaborasi dan inovasi. Ia menilai geliat ekonomi lokal terlihat jelas dari antusiasme pelaku usaha, UMKM, serta mitra dagang yang terlibat. “Kegiatan ini membuktikan bahwa Kotim memiliki potensi bisnis yang semakin dilirik, baik skala lokal maupun nasional,” tambahnya.
Selain bazar, expo juga menghadirkan operasi pasar murah yang melibatkan DKUPP, Bulog, dan Dinas Pertanian. Produk yang dijual antara lain beras SPHP seharga Rp60 ribu per 5 kilogram dengan total 200 sak terjual, serta minyak goreng Minyakita Rp15 ribu per liter dengan jumlah 815 liter. “Kami berharap kegiatan ini bisa digelar rutin setiap awal tahun sebagai rangkaian Hari Jadi Kotim,” imbuh Johny.
Ke depan, pihaknya berencana menggandeng Dekranasda se-Kalteng dan Dinas Pariwisata melalui festival budaya Habaring Hurung untuk menambah daya tarik acara.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung expo ini. Tanpa sinergi bersama, keberhasilan ini tidak akan tercapai,” tandas Johny yang juga menjabat Kepala Disnakertrans Kotim.
Wakil Bupati Kotim Irawati yang hadir dalam acara penutupan menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan expo. Menurutnya, pameran ini selain menjadi hiburan masyarakat juga menunjukkan kreativitas dan inovasi daerah. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan penghargaan kepada enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan stan terbaik.
Ketua Tim Juri, Pariyanto Marman menjelaskan penilaian dilakukan ketat melalui tiga tahap, mulai dari pengamatan langsung, interaksi dengan petugas stan, hingga wawancara dengan pengunjung.
“Aspek yang dinilai meliputi estetika, kesesuaian konten, serta penyajian informasi dan pelayanan,” jelasnya.
Adapun enam stan terbaik yang berhasil meraih penghargaan yaitu;
- Harapan 3: Bapperida Kotim (nilai 760)
- Harapan 2: DKUPP Kotim (nilai 800)
- Harapan 1: Dinas Kesehatan Kotim (nilai 810)
- Terbaik 3: Disdukcapil Kotim (nilai 890)
- Terbaik 2: Setda Kotim (nilai 900)
- Terbaik 1: Disnakertrans Kotim (nilai 990)
(nardi)












