KUALA KAPUAS – Antusiasme warga memadati Stadion Panunjung Tarung, Kecamatan Selat, Minggu 31 Agustus 2025, saat Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri dalam rangkaian perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia karena menghadirkan sembako dengan harga jauh lebih terjangkau.
Bupati Kapuas HM Wiyatno hadir langsung bersama Wakil Bupati Dodo dan Sekda Usis I Sangkai. Didampingi unsur Forkopimda, para asisten, serta sejumlah kepala OPD, Wiyatno memastikan program ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Gerakan Pangan Murah adalah komitmen nyata pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Ini juga bagian dari upaya mendukung kemandirian ekonomi masyarakat,” tegas Wiyatno.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas pasar murah, tetapi juga momentum mempererat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan. Menurut Wiyatno, kepedulian bersama menjadi kunci agar persoalan pangan bisa diatasi.
Di lapangan, warga terlihat berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok. Beras SPHP sebanyak 4 ton dijual dengan harga Rp11.600/kg, telur ayam ras Rp24.000/kg sebanyak 100 rak, serta cabai rawit Rp40.000/kg sebanyak 15 kg langsung ludes diburu pembeli.
Komoditas lain yang juga ramai diserbu antara lain minyak goreng Rp16.000/liter sebanyak 1.500 liter, gula pasir Rp14.000/kg sebanyak 1,5 ton, bawang merah Rp28.000/kg sebanyak 100 kg, dan bawang putih Rp24.000/kg sebanyak 100 kg.
Tak hanya di Kapuas, kegiatan ini juga terhubung dengan GPM Serentak secara nasional melalui zoom meeting yang diikuti langsung oleh Bupati dan jajaran. Hal ini menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah pusat dalam mengendalikan harga pangan di seluruh Indonesia.
Setelah seremoni, warga langsung menyerbu lapak yang tersedia. Suasana kian semarak dengan wajah-wajah lega para ibu rumah tangga yang berhasil membawa pulang bahan pangan lebih murah dari harga pasar.
“Inilah yang kita harapkan, masyarakat bisa belanja tenang tanpa terbebani harga tinggi,” pungkas Wiyatno. (ds)












