PALANGKA RAYA – Masyarakat kota Cantik Palangka Raya akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati fenomena Gerhana Bulan Total. Cuaca sejak sore terpantau bersih dari awan, sehingga peluang pengamatan terbuka cukup lebar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, gerhana bulan kali ini dapat diamati langsung dengan mata telanjang.
“Gerhana Bulan Total bisa disaksikan tanpa alat bantu khusus, asalkan kondisi langit cerah,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Fenomena alam ini dimulai sekitar pukul 22.26 WIB, mencapai puncak pada 01.11 WIB, dan berlangsung total selama 1 jam 22 menit 6 detik. Keseluruhan rangkaian gerhana memakan waktu lebih dari lima jam, termasuk fase gerhana sebagian yang berlangsung lebih dari tiga jam.
“Pada puncaknya, Bulan akan tampak berwarna merah tembaga atau dikenal dengan istilah blood moon. Warna tersebut terjadi karena cahaya Matahari yang dibelokkan atmosfer Bumi hanya meneruskan spektrum merah sehingga Bulan tetap terlihat meski berada dalam bayangan Bumi,”tambahnya.
Fenomena Gerhana Bulan Total terakhir kali terlihat di Indonesia pada 2022. Tak heran, banyak masyarakat Palangka Raya menyambut antusias dengan menunggu momen ini dari halaman rumah maupun ruang terbuka.
“Selain Palangka Raya, warga di sejumlah daerah Kalimantan Tengah seperti Sampit, Pangkalan Bun, Muara Teweh, Kuala Kapuas, hingga Tamiang Layang juga berpeluang menyaksikan gerhana, selama kondisi langit tetap cerah,” ungkapnya. (yud)












