SAMPIT – Clover One Football Club (FC) yang berdiri pada 2024 terus menunjukkan kiprahnya dalam pembinaan atlet sepak bola muda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Klub ini sudah memiliki badan hukum dan tengah dalam proses pengesahan dari PSSI pusat sebagai anggota resmi.
Clover One FC diprakarsai dua pelatih, Coach Aji dan Coach Ari yang juga merupakan guru di SMP Negeri 2 Sampit, berhasil meraih berbagai prestasi, informasi perkembangan club ini bisa melalui akun Instagram mereka yaitu cloveronekotim.
Para pemain Clover One FC merupakan gabungan siswa dari berbagai sekolah di Kotim, mulai dari Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Samuda, Kotabesi, hingga Telawang.
Sejak awal berdiri, klub ini aktif mengikuti turnamen resmi PSSI. Pada 2024, mereka sukses meraih juara 3 Piala Soeratin U-15 regional Kalimantan Tengah, sekaligus menyabet penghargaan individu seperti top skor dan best kiper.
Prestasi berlanjut di 2025, saat Clover One FC menjadi juara 1 BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia). Dari ajang itu, tim juga meraih penghargaan top skor, best kiper, dan best player, serta mendapat kesempatan mewakili Kalteng ke tingkat nasional di Cirebon.
Pada September 2025, Clover One FC kembali berlaga di Piala Menpora regional Kalimantan yang digelar di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya. Di fase grup, Clover menang telak 5-0 atas Jaya Karsa, lalu kalah tipis 0-1 dari Palangka Raya United. Pada laga penentuan, mereka bangkit dan menundukkan Sylva Kalteng 3-1, sehingga lolos sebagai juara grup.
Di babak 8 besar, Clover mengalahkan Akademi Muda Kalimantan (AMK) 2-1, namun harus menelan pahit, langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah adu penalti 3-5 dari Borneo FIA. Meski begitu, Clover One FC berhasil merebut juara 3 usai mengalahkan Kobar United lewat adu penalti dengan skor 5-4. Selain itu, penghargaan individu best kiper juga diraih oleh Aska, salah satu pemain andalan tim.
Coach Ari dan Coach Aji berharap ke depan sepak bola di Kotim semakin maju, terutama dalam pembinaan usia muda. Termasuk di club ini menjadi wadah bibit atlet sepak bola mengasah kemampuan.
“Khususnya untuk tim kebanggaan kotim yaitu Persesam diharapkan lagi bisa hidup dan bangkit lagi mengikuti event-event resmi PSSI seperti Liga 4 dan lainnya,” ujarnya.
Ia juga berharap agar kepengurusan PSSI Kotim segera bisa terbentuk dengan digelarnya kongres untuk menentukan ketua dan pengurus PSSI Kotim, terlebih untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Kalteng 2026 di Kotawaringin Barat Pangkalan Bun.
(Nardi)











