KUALA KURUN – Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P. Umbing melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Bulog Kalimantan Tengah. Kunjungan tersebut merupakan langkah sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dengan Bulog Kalteng dalam mendukung penyerapan hasil pertanian, khususnya jagung pipilan.
Efrensia menyampaikan, sektor pertanian di Gunung Mas masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari minimnya regenerasi petani hingga persoalan pascapanen, terutama terkait pemasaran dan ketidakpastian harga jual. Kondisi ini membuat sebagian petani ragu mengembangkan jagung hibrida.
“Jagung hibrida sudah menjadi salah satu komoditas pangan prioritas di Kabupaten Gunung Mas. Namun, ketidakpastian pascapanen, khususnya pemasaran, masih menjadi kendala. Kehadiran Bulog yang siap menyerap hasil panen tentu menjadi harapan baru bagi petani Gunung Mas,” ungkap Efrensia LP Umbing belum lama ini.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 216 Tahun 2025, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram untuk jagung pipilan kering dengan kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas, Aryantoni, menambahkan bahwa Pemkab terus berkomitmen mendukung petani dalam meningkatkan produksi jagung hibrida.
“Saat ini, Dinas Pertanian telah menyiapkan sarana penunjang pascapanen seperti drone pertanian, gudang penyimpanan, UV dryer, dan mesin pemipil,” bebernya.
Kepala Kanwil Bulog Kalteng, Budi Sultika, menjelaskan bahwa target penyerapan jagung di Kalteng sebesar 2.300 ton, namun hingga kini realisasi baru mencapai sekitar 21 ton.
“Bulog Kalteng siap mendukung dan secara terbuka menyerap jagung hasil produksi petani, termasuk dari Kabupaten Gunung Mas,” tegasnya.
Sementara itu, Reyri Kaswanda selaku Ketua Brigade Pangan sekaligus Korwil GEMPITA Kalteng, menyampaikan bahwa pihaknya telah menghasilkan sekitar 4,8 ton jagung pipilan dengan kadar air di bawah 14 persen.
Jagung tersebut, yang merupakan varietas BISI 18 dan NK Sumo hasil pertanaman di Desa Tanjung Riu, Kecamatan Kurun, dipastikan sudah dibeli oleh Bulog.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjawab tantangan sektor pertanian di Gunung Mas, membuka peluang regenerasi petani muda, serta memastikan pemasaran jagung yang lebih jelas dan berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional serta mewujudkan visi daerah Tambun Bungai Mandiri. (ale)












