PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat Kota Palangka Raya Tahun 2025 merupakan wujud nyata gagasan Presiden Republik Indonesia yang diimplementasikan melalui Kementerian Sosial.
“Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” ucapnya.
Proses verifikasi dilakukan secara ketat agar benar-benar tepat sasaran, sehingga bantuan pendidikan ini hanya diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan.
“Sekolah rakyat di Palangka Raya ini berstatus rintisan kategori 1C, setelah melewati serangkaian verifikasi dari berbagai kementerian terkait. Status tersebut, menunjukkan bahwa sekolah telah memenuhi standar layanan pendidikan yang layak bagi masyarakat,” tambahnya.
Program pendidikan di sekolah rakyat bersifat ber asrama dan tanpa biaya, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh fasilitas belajar, tetapi juga tempat tinggal yang memadai.
“Sistem asrama merupakan strategi penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun wilayah dengan keterbatasan fasilitas,” lanjutnya.
Hasil verifikasi menunjukkan terdapat 75 calon siswa yang diterima, terdiri atas 42 laki-laki dan 33 perempuan, dengan rentang usia 6 hingga 12 tahun. Mereka berasal dari 30 kelurahan di Kota Palangka Raya. Para peserta didik ini mencakup anak-anak yang sebelumnya bersekolah, belum pernah bersekolah, maupun berisiko putus sekolah.
“Kami berharap keberadaan sekolah rakyat ini menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan dukungan semua pihak, semoga sekolah ini mampu memberikan layanan pendidikan dasar yang merata dan bermutu bagi anak-anak di Palangka Raya,” ungkapnya. (yud)












