SAMPIT – Setelah sempat terhenti karena anggaran penyerapan telah terpenuhi, Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) kini kembali bergerak menyerap gabah petani. Kabar baik ini sekaligus menorehkan sejarah baru, karena serapan gabah tahun 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang perjalanan Bulog Kotim.
Kepala Bulog Kotim, Muhammad Azwar Fuad, menjelaskan jeda sementara penyerapan terjadi lantaran alokasi anggaran sudah mencapai batas setara tiga juta ton beras. Namun, setelah adanya koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan, pemerintah pusat akhirnya menambah anggaran agar penyerapan tetap berlanjut.
“Saat itu masih koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan kementerian keuangan. Alhamdulillah hari Senin kemarin sudah diputuskan Bulog tetap lanjut menyerap dengan tambahan anggaran dari pemerintah pusat,” kata Fuad pada Kamis 25 September 2025.
Fuad menjelaskan bahwa penyerapan akan kembali di buka khususnya pengambilan gabah petani Desa Lampuyang, Kabupaten Kotim yang saat ini sedang dalam proses pemanenan.
“Kita sudah komunikasikan dengan Dinas Pertanian dan Kepala Badan Penyuluh Pertanian di desa Lampuyang bahwa kita siap menyerap kembali panen musim Gadu,” ujarnya.
Dengan anggaran pemerintah pusat tersebut Bulog diperintahkan untuk lanjut menyerap gabah hasil panen musim Gadu. Pada prinsipnya selama masih ada panen dan harga dibawah HPP, Bulog Cabang Kotim akan tetap menyerap gabah petani.
Lanjutnya, Bulog Cabang Kotim yang wilayah kerjanya termasuk Kotim, Seruyan dan Pagatan tahun ini serapannya kurang lebih sudah 12.300 ton, sudah melebihi target yang ditetapkan.
“Untuk angka serapan kami lebih dari 12.000 ton setara gabah ini tertinggi sepanjang sejarah Bulog Cabang Kotim,” ungkapnya
Sebelum ada instruksi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) serapan pihaknya masih setara beras 1.000-2.000 ton atau setara gabah 3000 ton sekarang sudah tembus 12.000 Ton dan ini angkanya terus bertambah seiring adanya panen musim Gadu 2025.
(Utomo)











