PALANGKA RAYA – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Tengah, Lisda Arriyana, menegaskan bahwa implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) menjadi langkah strategis untuk memperkuat digitalisasi birokrasi di daerah.
Hal itu disampaikan Lisda saat membuka kegiatan Asistensi Penyusunan SIASN yang digelar di Aula BKD Kalteng, Kamis, 2 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Lisda menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola kepegawaian agar pelayanan terhadap aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat bisa lebih cepat dan transparan.
“Melalui implementasi SIASN, kita berharap tata kelola kepegawaian di Provinsi Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih efektif dan efisien, sesuai prinsip digitalisasi birokrasi. Dengan begitu, pelayanan kepegawaian bagi ASN maupun masyarakat bisa lebih cepat, tepat, dan transparan,” ujar Lisda.
Lisda menjelaskan bahwa kegiatan asistensi ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Menteri PANRB Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja.
Ia menambahkan, pemanfaatan SIASN akan menjadi instrumen penting dalam membangun sistem kepegawaian yang terintegrasi dan akuntabel.
Menurut Lisda, perubahan tata kelola berbasis digital bukan hanya tuntutan regulasi, melainkan kebutuhan nyata di era birokrasi modern.
“Pengelolaan kepegawaian tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara manual. Semua harus terdigitalisasi agar lebih efisien, akurat, dan akuntabel,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran 98 peserta yang terdiri dari pejabat struktural, fungsional, hingga pelaksana bidang kepegawaian di lingkungan Pemprov Kalteng.
Menurutnya, keterlibatan para pejabat ini menjadi kunci keberhasilan implementasi SIASN di seluruh perangkat daerah.
“Harapan kita, seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan pemahaman yang sama, maka implementasi SIASN di Kalteng bisa berjalan optimal,” tambah Lisda.
Lisda menutup sambutannya dengan menekankan bahwa Pemprov Kalteng berkomitmen untuk terus memperkuat manajemen ASN agar lebih transparan dan selaras dengan nilai-nilai ASN BerAKHLAK.
“Mari kita jadikan SIASN sebagai momentum bersama untuk menghadirkan tata kelola kepegawaian yang lebih profesional, modern, dan melayani,” tuturnya.
(Sya'ban)












