PALANGKA RAYA – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau, Forum Relawan Damkar dan Pertolongan Kota Palangka Raya menggelar uji ketangkasan di Stadion Sanaman Mantikei, Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, yang didampingi jajaran Forkopimda. Kompetisi ini diikuti oleh 37 tim terdiri dari 32 tim putra dan 5 tim putri yang berasal dari relawan pemadam kebakaran, rescue, serta Tim Siaga Kebakaran (TSAK) se-Kota Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Fairid Naparin menekankan bahwa ajang ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kemampuan teknis dan mempererat kekompakan tim dalam menangani situasi darurat, baik di permukiman maupun lahan di tengah cuaca panas saat ini.
“Uji tanding, uji ketangkasan yang diikuti BPK di kota palangka raya ini salah satu rangkaian hari jadi Kota Palangka Raya dan kebetulan kita memang lagi situasi dan kondisi musim panas ya, musim kemarau bahaya karhutla dan permukiman, para relawan disini siap siaga dengan kemanpuan mereka yang terlatih,” ujar Fairid.
Para peserta diuji melalui serangkaian rintangan yang mensimulasikan kondisi nyata di lapangan. Setiap tim dituntut menunjukkan kecepatan, akurasi, serta efisiensi dalam mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran.
Sekretaris Forum Relawan Damkar dan Pertolongan Kota Palangka Raya, Dede Septa Jaya, mewakili Ketua Forum, Okki Maulana, menegaskan bahwa esensi kegiatan ini melampaui sekadar perlombaan.
“Ini bukan sekedar ajang perlombaan, namun upaya kita bersama untuk meningkatkan SDM relawan yang unggul, dengan mengasah kemampuan para relawan untuk menghadapi berbagai risiko saat penanganan kebakaran baik perumahan maupun lahan, serta melatih relawan untuk bisa lebih gesit dan terarah,” ujarnya.
Kolaborasi yang didukung penuh oleh BPBD dan Dinas Damkar Kota Palangka Raya ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah dan relawan. Melalui pelatihan intensif ini, para relawan diharapkan lebih sigap dan solid dalam melindungi masyarakat serta meminimalisir dampak risiko kebakaran di wilayah Kota Palangka Raya.
(Syauqi)












