Reses DPRD Kotim Soroti Kebijakan Jam Operasional Depo Sampah Mentawa Baru Ketapang

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Riskon Fabiansyah saat reses di MB Hilir Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

SAMPIT – Anggota DPRD (Kotim) Dapil I, Riskon Fabiansyah, menyoroti kebijakan jam operasional depo sampah yang dinilai tidak fleksibel bagi masyarakat, yang disampaikan dalam agenda reses di Kelurahan Mentawa Baru Hilir Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Politisi Golkar ini menyebut, aturan yang hanya memperbolehkan warga membuang sampah dari pagi hingga sore hari menimbulkan banyak keluhan.

“Kebijakan ini sudah berjalan sekitar tiga tahun, tapi banyak keluhan karena warga tidak punya waktu luang di siang hari. Saat malam hari ingin buang sampah, depo justru sudah tutup,” ungkap Riskon, Selasa 14 Oktober 2025.

Menurutnya, akibat jam operasional yang terbatas, warga memiliki waktu senggang yang terbatas semakin enggan buang sampah. 

Bahkan saat ke depo karena tutup bisa saja akhirnya membuang sampah di pinggir jalan. 

Selain itu, larangan membuang ranting atau batang pohon ke depo juga dianggap tidak masuk akal, mau di buang kemana kalau begitu.

“Padahal semangat awal pendirian depo adalah untuk memudahkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Riskon mengingatkan bahwa konsep awal depo sampah di bawah kepemimpinan Kepala DLH sebelumnya, Sanggul Lumban Gaol, sebenarnya sangat baik. Depo diharapkan menjadi tempat penampungan sementara yang bersih, tidak menimbulkan bau, dan memiliki nilai estetika dalam kota.

“Dulu bahkan ada ide agar depo memiliki ruang hijau atau kafe kecil agar tampil lebih modern. Tapi sayangnya konsep itu tidak dilanjutkan di kepemimpinan selanjutnya,” katanya.

Ia menyampaikan hasil reses nantinya akan disampaikan dalam rapat paripurna dan disampaikan ke dinas terkait melalui komisi mitra kerja, menjadi bahan evaluasi dan mengembalikan fungsi depo sebagaimana tujuan awalnya. 

“Dengan tekad dan komitmen yang sama antara pemerintah, DPRD dan masyarakat, kita sama-sama harapkan Kotim bisa kembali menjadi kota bersih dan berpeluang meraih Adipura lagi setelah sekian tahun vakum,” tutupnya. (nardi)

baca juga ...  Harga Telur di Kotim Turun Rp50 Ribu per Ikat, Peternak Sampaikan Keluhan ke Komisi II DPRD
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!