PULANG PISAU – Keberhasilan Kabupaten Pulang Pisau dalam menekan angka stunting menarik perhatian daerah lain di Kalimantan Selatan. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Kuala ke Dinas Kesehatan Pulang Pisau, dalam rangka studi komparatif penanganan stunting yang digelar Jumat 17 Oktober 2025.
Rombongan yang berjumlah 15 orang, terdiri dari 12 anggota DPRD dan 3 pendamping, dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Barito Kuala H. Bahrianoor, bersama Ketua Komisi II Mohamad Agung Purnomo. Mereka disambut hangat oleh Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau dr. Pande Putu Gina beserta jajarannya di ruang pertemuan kantor dinas setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Mohamad Agung Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya ingin mempelajari strategi dan praktik terbaik yang dilakukan Pulang Pisau hingga mampu mencatat 9 desa berstatus “Zero Stunting”.
“Kami melihat Pulang Pisau sebagai contoh daerah yang berhasil menekan kasus stunting dengan pendekatan lintas sektor yang kuat. Hal ini yang ingin kami pelajari lebih dalam,” ucapnya.
Agung menambahkan, Komisi II DPRD Barito Kuala menilai Pulang Pisau memiliki model penanganan yang bisa diadaptasi, terutama dalam hal kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu. Ia berharap hasil kunjungan tersebut bisa menjadi acuan dalam memperkuat program penurunan stunting di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau dr. Pande Putu Gina menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan menganggap kegiatan ini sebagai momentum saling berbagi pengalaman antardaerah.
“Kami merasa terhormat menjadi tujuan studi banding. Semoga pertukaran informasi ini bisa memperkaya strategi penanganan stunting, baik di Pulang Pisau maupun Barito Kuala,” ujarnya.
Dalam paparannya, dr. Pande menjelaskan bahwa capaian Pulang Pisau tidak lepas dari sinergi program gizi, sanitasi, dan edukasi keluarga yang berjalan konsisten di tingkat desa. Dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam mengintegrasikan layanan kesehatan dan pendampingan keluarga berisiko stunting.
Kunjungan tersebut ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan peninjauan singkat terhadap beberapa dokumentasi kegiatan penurunan stunting di Pulang Pisau. Rombongan DPRD Barito Kuala mengaku terinspirasi dan berencana menindaklanjuti hasil kunjungan itu melalui penguatan program serupa di wilayah mereka. (ds)












