Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor perhubungan, salah satunya melalui pembangunan jembatan timbang di titik-titik strategis wilayah Kotim.
Menurutnya, keberadaan jembatan timbang dapat menjadi instrumen penting untuk mengawasi lalu lintas angkutan barang dan sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
“Kalau ada jembatan timbang, truk-truk angkutan barang yang melintas bisa kita kontrol berat muatannya sekaligus memberikan kontribusi PAD bagi daerah,” ujarnya, Selasa 21 Oktober 2025, saat pembahasan APBD 2026 bersama Pemkab Kotim.
Paliansyah menjelaskan, pembangunan fasilitas jembatan timbang di jalur utama atau pintu masuk Kotim bisa membantu mengurangi kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berlebih.
“Selama ini kita banyak dirugikan oleh truk dengan muatan berlebih, terutama yang melintasi jalan kabupaten. Akibatnya jalan cepat rusak, sementara daerah tidak mendapatkan apa-apa,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap truk dengan muatan over dimension over load (ODOL). Menurutnya, ketegasan dalam penerapan aturan harus dibarengi dengan pengawasan di lapangan agar infrastruktur jalan tetap terjaga.
“Harus ada pengawasan ketat supaya jalan kita tidak dilintasi truk besar dengan muatan berlebih. Ini bukan hanya soal PAD, tapi juga soal keselamatan dan ketahanan infrastruktur,” tegasnya. (nardi)












