PALANGKA RAYA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Herson B. Aden, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya saat mewakili Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, dalam Rapat Tahunan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) bersama mitra internasional di Swiss-Belhotel Palangka Raya, Senin, 3 November 2025.
Dalam sambutannya, Herson membacakan pesan Gubernur yang mengapresiasi kiprah panjang Yayasan BOSF dan seluruh mitra global yang telah berkontribusi nyata dalam pelestarian orangutan dan ekosistem hutan tropis Kalimantan Tengah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Yayasan BOSF beserta seluruh mitra nasional dan internasional yang selama puluhan tahun konsisten melestarikan lingkungan dan menjaga ekosistem hutan tropis di wilayah ini,” ujar Herson.
Ia menegaskan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati bukan hanya menjadi tugas lembaga konservasi, tetapi tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Pembangunan yang kita lakukan harus berwawasan lingkungan. Tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjamin keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Herson juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program konservasi orangutan dan perlindungan habitatnya. Menurutnya, kolaborasi multipihak adalah kunci utama agar konservasi tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Konservasi harus menghadirkan keseimbangan. Alam yang terjaga akan memberi manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Melalui forum tahunan ini, Herson berharap sinergi antara Pemprov Kalteng dan Yayasan BOSF semakin diperkuat, terutama dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, pelibatan masyarakat desa dalam kegiatan konservasi, serta pemulihan kawasan hutan yang terdegradasi.
“Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus mengawal upaya konservasi yang berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang orangutan, tetapi tentang masa depan lingkungan hidup kita semua,” ucapnya.
Herson menutup sambutan dengan penegasan bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada tataran wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan nyata dan tindakan kolaboratif di lapangan.
“Pelestarian lingkungan bukan pilihan, tapi kewajiban moral kita bersama. Dari Kalimantan Tengah, kita ingin memberikan contoh bahwa pembangunan dan konservasi dapat berjalan beriringan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












