SAMPIT – Warga Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat kesal dengan kondisi akses jalan yang kian memprihatinkan. Penutupan total jalan utama yang menghubungkan Desa Tanjung Jariangau dan Kelurahan Kuala Kuayan akibat proyek semenisasi di Desa Bawan, membuat warga kini harus melewati jalan alternatif yang kondisinya justru rusak berat.
Harapan warga untuk mendapatkan jalur pengganti yang layak pupus sudah. Jalan alternatif berupa jalan tanah berbatu kini berubah menjadi kubangan lumpur setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir. Jalan yang seharusnya jadi solusi malah jadi sumber masalah baru licin, becek, dan dipenuhi genangan air dalam.
Akibatnya, tak sedikit pengendara motor maupun mobil yang terpaksa menuntun kendaraannya, bahkan ada yang terjebak di tengah jalan. Waktu tempuh pun bertambah hingga dua kali lipat dibanding jika melewati jalur utama.
Salah seorang warga, SN (30), menuturkan bahwa dampak penutupan jalan dirasakan oleh semua kalangan, terutama para pelajar.
“Kasian anak-anak dari tanjung yang sekolah ke SMA yang ada di kuayan, berangkat harus lebih pagi dan pulang sampai kerumah jadi lebih lambat dengan berbagai resiko,” kata SN, Jumat 7 November 2025.
Ia juga menilai keputusan untuk menutup total jalan tersebut sangat kurang tepat apalagi jika ada orang yang dalam keadaan darurat ingin lewat.
“Coba kalo ada orang sakit dan keadaannya darurat gimana, masa tidak dipikirkan,” tegasnya.
Keluhan serupa datang dari UH, seorang pedagang yang merasa biaya operasionalnya melonjak drastis.
“Ongkos bensin jadi bertambah, belum lagi kalau nyangkut jadi repot,” ujarnya
Sementara itu, R, warga lainnya, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Bawan. Namun ia berharap prosesnya tak merugikan masyarakat sekitar.
“Kami mendukung pembangunan oleh desa tetangga tapi jangan egois menutup jalan total. Kalo mau tutup jalan total sediakan jalan alternatif yang memadai,” pungkasnya.
(Utomo)












