SAMPIT – Drama tes urine para kepala desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya menemukan babak baru. Oknum Kades yang sempat diduga kabur saat pelaksanaan tes urine di gedung DPRD Kotim, Senin 17 November 2025, akhirnya memenuhi panggilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim.
Sebelumnya, DPRD Kotim menggelar sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bekerja sama dengan BNNK dan Gerakan Dayak Anti Narkoba. Agenda tersebut ditutup dengan tes urine para Kades. Dari pemeriksaan itu, enam oknum Kades dinyatakan positif, sementara satu orang dikabarkan menghindar ketika diminta mengikuti tes.
Kepala BNNK Kotim, AKBP M Fadli, membenarkan bahwa Kades yang diduga kabur tersebut kini sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Ia juga memastikan bahwa yang bersangkutan telah mengikuti tes ulang.
“Yang lari kemarin sudah datang di telpon,” ujar Fadli pada Selasa 18 November 2025.
Ia mengatakan bahwa hasil tes urine oknum Kades tersebut negatif. “Hasilnya negatif saat diambil tes urine,” ungkapnya.
Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, pihak BNNK Kotim belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait tindak lanjut terhadap enam Kades yang dinyatakan positif pada tes sebelumnya.
(Utomo)












