PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan program unggulan Satu Rumah Satu Sarjana bakal resmi berjalan pada tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur H. Agustiar Sabran saat dialog bersama jurnalis di halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Jumat, 21 November 2025.
Agustiar menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima.
“Dipastikan tahun 2026 ini jalan. Dan untuk kriterianya adalah orang yang berhak menerima, orang yang berhak menerimanya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Pemprov Kalteng menyiapkan kuota besar untuk pelaksanaan program tersebut.
“Kami siapkan ada 15.000 untuk program itu. Untuk sekolah gratis ada 35.000 kami siapkan. Kami sudah hitung-hitung itu, karena program ini kan tidak boleh tumpang tindih dengan pusat,” tegasnya.
Gubernur juga menyinggung rencana pemerintah daerah dalam mempersiapkan lulusan agar siap masuk dunia kerja. Selain menghadirkan balai latihan kerja, Pemprov juga tengah mendorong pendidikan vokasi, khususnya di sektor pertanian.
“Setelah lulus, kami juga sudah menyiapkan balai latihan kerja, tapi kami juga pingin mengadakan pendidikan vokasi contohnya di bidang pertanian karena Kalteng ini menjadi lumbung pangan nasional,” jelasnya.
“Program strategis nasional ada di sini seperti cetak sawah, dan pembukaan lahan sudah hampir 30 ribu hektare,” tambahnya.
Agustiar menegaskan, kebutuhan tenaga kerja sektor pertanian akan semakin besar ke depan. Karena itu, ia mendorong generasi muda agar tidak lagi gengsi untuk terjun di dunia pertanian.
“Itu kalau tidak disambut dengan tenaga kerja di bawahnya, maka pertanian akan susah ke depannya. Karena jujur, kita lokal ini mengenai pertanian banyak gengsinya. Jadi saya ingatkan, jangan gengsi untuk bertani. Bertani juga sangat menjanjikan,” katanya.
Ia bahkan mencontohkan bahwa banyak akademisi berprestasi yang juga memilih menjadi petani.
“Banyak di luar sana para doktor, profesor bertani juga. Bertani bisa kaya kok. Contohnya saya, anak petani bisa jadi Gubernur kan begitu,” tutupnya.
(Sya'ban)












