KASONGAN – Wakil Ketua II DPRD Katingan, Wiwin Susanto, menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Katingan dalam hal sumber daya alam (SDA). Menurutnya, Katingan memiliki berbagai macam kekayaan alam yang dapat menjadi modal utama untuk kemajuan daerah ini.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai bahwa potensi SDA yang ada di Katingan merupakan sumber daya yang sangat berharga. Dengan sektor-sektor seperti kehutanan, perkebunan, dan pertambangan, Kabupaten Katingan memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
“Kabupaten Katingan ini dianugerahi potensi alam yang luar biasa, mulai dari sektor kehutanan, perkebunan, hingga pertambangan. Ini adalah modal besar yang harus kita kelola dengan baik untuk kemajuan daerah,” ujar Wiwin Susanto saat memberikan keterangan kepada media pada Selasa, 25 November 2025.
Wiwin menegaskan bahwa potensi alam yang melimpah di Katingan harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, tanpa pemanfaatan yang bijak terhadap SDA, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kita harus memanfaatkan kekayaan alam ini dengan cara yang bijaksana. Jangan sampai kekayaan alam kita hanya dinikmati sesaat, sementara manfaat jangka panjangnya tidak dirasakan oleh masyarakat secara luas,” tegas Wiwin.
Ia menyebutkan bahwa sektor-sektor seperti perhutanan, perkebunan, dan pertambangan memiliki peran penting dalam mendongkrak ekonomi daerah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan yang salah terhadap SDA dapat berdampak negatif terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Wiwin menekankan pentingnya tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa pengelolaan SDA tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi saat ini, tetapi harus memperhatikan keberlanjutan bagi generasi mendatang.
“Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan. Kita harus memastikan bahwa apa yang kita nikmati hari ini tidak merusak potensi untuk anak cucu kita di masa depan. Itulah yang harus kita perjuangkan,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari upaya pembangunan daerah, Wiwin juga berharap agar pengelolaan SDA di Katingan dapat dilakukan secara optimal dan transparan. Ia menekankan bahwa hal ini harus dilakukan untuk memastikan agar kekayaan alam Katingan benar-benar memberi manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya berpikir tentang keuntungan ekonomi jangka pendek. Harus ada keseimbangan antara pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Dengan begitu, keberlanjutan sumber daya alam akan tetap terjaga,” ujar Wiwin.
Wiwin juga mendorong pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, perusahaan, dan organisasi lingkungan, dalam merumuskan kebijakan yang pro-rakyat. Kebijakan ini diharapkan dapat memperhatikan kepentingan lingkungan serta keberagaman sumber daya alam yang ada.
“Peran serta seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan. Semua pihak harus duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar menguntungkan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Wiwin, tujuan akhir dari pengelolaan SDA adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia percaya bahwa dengan pengelolaan yang bijak, Katingan dapat menjadi daerah yang mandiri dan maju secara ekonomi, tanpa mengorbankan lingkungan.
“Potensi alam yang kita miliki seharusnya bisa menjadi pendorong utama untuk mengurangi angka kemiskinan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Semua ini bisa tercapai dengan pengelolaan yang tepat,” ungkapnya.
Wiwin juga mengingatkan bahwa keberlanjutan adalah kunci utama dalam pengelolaan SDA. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam lainnya, serta menghindari praktik-praktik yang merusak lingkungan, seperti penebangan liar atau pertambangan yang tidak terkontrol.
“Keberlanjutan adalah kunci untuk memastikan bahwa anak cucu kita juga bisa menikmati kekayaan alam yang ada. Oleh karena itu, kita harus mengelola SDA dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam pandangan Wiwin, pengelolaan yang baik terhadap SDA juga bisa menciptakan berbagai peluang pengembangan ekonomi berbasis SDA. Misalnya, sektor perkayuan yang dikelola dengan baik bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, sementara sektor pertambangan dapat menyumbang pendapatan daerah yang signifikan.
“Dengan pendekatan yang tepat, SDA bisa menjadi kekuatan utama untuk mempercepat pembangunan daerah. Katingan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sumber daya alam yang menguntungkan masyarakat,” tambahnya.
Wiwin juga berharap agar sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin erat dalam mengelola SDA. Ia percaya bahwa kolaborasi yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan, yang tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga untuk jangka panjang.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan kemajuan yang berkelanjutan,” ujar Wiwin.
(Kawit)












