PALANGKA RAYA – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan cerita di balik penunjukan Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam reshuffle Kabinet. Bahlil mengaku secara langsung menyodorkan nama Mukhtarudin kepada Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menjelaskan, awalnya ia mencari tahu apakah sudah ada putra daerah Kalteng yang pernah menjabat sebagai menteri.
“Jadi saya tanya waktu itu sekjen (Golkar), sekjen sudah ada enggak menteri dari Kalteng, katanya belum pernah ada. Wah berarti Kalteng ini sama dengan Papua dan Maluku saya bilang,” ujar Bahlil saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kalteng di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Sabtu, 29 November 2025.
Ia merasa Kalteng memiliki kontribusi besar bagi bangsa, namun putra terbaik daerah kurang mendapat kesempatan. Momen tersebut datang saat akan ada reshuffle kabinet. Bahlil mengatakan bahwa partai politik memiliki tugas mengusulkan nama, sementara kewenangan penuh ada pada Presiden.
“Itulah hak prerogatif Presiden. Malam kemudian saya mencoba membawa nama Pak Mukhtarudin karena yang diganti waktu itu Golkar satu, maka juga inshal allah kita berdoa bapak Presiden juga menggantinya dari Golkar,” jelasnya.
Bahlil mengaku nama Mukhtarudin terlintas begitu saja di benaknya saat sedang duduk santai.
“Saya lagi duduk malam itu, duduk cerita-cerita sama teman-teman, kok teelintas mukanya Bang Mukhtarudin. Bang Mukhtarudin malam malam gini zikir apa kira-kira, maka namanya saya bawa,” kenang Bahlil.
Bahlil mengatakan, dirinya membawa tiga nama calon menteri dari Golkar ke hadapan Presiden. Saat ditanya Presiden, Bahlil menyampaikan bahwa ketiga nama tersebut bagus. Ia lantas memberikan rekomendasi spesifik untuk Mukhtarudin.
“Ini siapa? Tiga-tiga-nya ini bagus, tapi kalau bapak (Preside) mau pilih Menteri yang ngerti bidang tugasnya dan orang daerah belum terkontaminasi dengan siapa-siapa, loyal dan ngajinya saya yakin bagus, nah ini orangnya Bang Mukhtarudin,” beber Bahlil.
“Kalau yang lain-lain pintar juga, tapi sebagian pintar olah-olah pak, kalau yang ini (Mukhtarudin) olah-olah juga, tapi terbatas,” tambah Bahlil disambut tawa peserta musda.
Keesokan harinya, Bahlil dipanggil kembali oleh Presiden untuk melakukan konfirmasi, ia menyampaikan secara PDLT, Mukhtarudin memenuhi variabel rela meninggalkan PNS untuk memilih menjadi kader Partai Golkar.
“Itukan pertarungan yang luar biasa. Saya yakinka Bapak Presiden, bapak ini orang bagus punya integritas, jadilah barang itu,” kata Bahlil
(Syauqi)












