PALANGKA RAYA – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan sejarah panjang hubungan partainya dengan institusi militer. Menurut Bahlil, membantu pengamanan markas partai berlambang beringin setara dengan mengawal ideologi bangsa.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Sabtu, 29 November 2025. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, kader partai termasuk Panglima Daerah Militer (Pangdam) Tambun Bungai.
Bahlil mengatakan bahwa banyak pendiri Golkar berasal dari kalangan tentara, dan beberapa sekretariat partai bahkan didirikan di tengah-tengah markas militer di masa lalu.
“Pak Pangdam, Golkar Ini yang mendirikan paling banyak adalah tentara. Bahkan sebagian sekretariat Golkar itu dulu ditengah tengah tentara,” ujar Bahlil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini lantas meminta bantuan kepada TNI untuk turut menjaga kantor-kantor partai baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota di Kalteng.
“Jadi kalau ada kantor-kantor DPD II atau DPD I (Golkar) yang masih ada kaitannya dengan tentara, tolong dibantu,” katanya.
Bahlil mengklaim bahwa Golkar merupakan salah satu benteng pertahanan utama bangsa dalam menghadapi ancaman ideologi lain, serta lahir dengan tujuan besar untuk menjaga Pancasila secara kaffah.
“Jadi kalau Pak Pangdam menjaga sekretariat Golkar, itu sama mejaga Pancasila,” kata Bahlil.
(Syauqi)












