Pastor Don Bosco Maafkan Pelaku Pengancaman, Ajak Jaga Perdamaian

IST/BERITASAMPIT - Tangkapan layar permintaan maaf kepada Pastor Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit RP Yohanes Kopong Tuan.

SAMPIT – Pastor Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit, RP Yohanes Kopong Tuan, menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya telah memaafkan akun @Sancez549, pelaku pengancaman melalui media sosial terkait polemik lokasi pelaksanaan road race di Taman Kota Sampit.

Dalam pernyataannya, pastor menegaskan bahwa sikap memaafkan adalah bagian dari ajaran Gereja Katolik tentang cinta kasih dan mengasihi sesama, termasuk mereka yang pernah berbuat salah.

“Saya terima maaf Sancez dan itu adalah cinta kasih. Mencintai sesama ataupun musuh-musuh kami karena itu masuk dalam prinsip ajaran Gereja Katolik,” ucap Pastor Yohanes, Kamis 11 Desember 2025.

Ia menambahkan, permohonan maaf dari Sancez diterimanya dengan ketulusan dan kerendahan hati.

“Saya dengan tulisan hati, kedalaman hati, ketulusan, kerendahan hati memaafkan saudara Sancez. Beritanya sudah viral, maka lebih baik Sancez membuat klarifikasi permintaan maaf dalam bentuk video kepada masyarakat,” lanjutnya.

Pastor menegaskan bahwa persoalan ini telah dianggap selesai. Ia berharap semangat persaudaraan, perdamaian, serta kesatuan dapat kembali ditegakkan, dirinya menganggap pemilik akun Sancez adalah keluarga walau tidak pernah bertemu sebelumnnya.

“Intinya masalah sudah clear. Semangat persaudaraan dan menjaga perdamaian, persatuan, dan kesatuan saya harapkan. Mohon Sancez juga terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Salam damai mengasihi,” tutupnya.

Sementara itu, akun Sancez menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial kepada pastor Yohanes.

“Saya minta maaf pada Pastor. Saya mengaku bersalah dan khilaf, dan saya tidak akan mengulangi kesalahan saya. Bapak Pastor, saya menyesali perbuatan saya,” tulisnya.

Diberitakan sebelumnya
Pastor RP Yohanes Kopong Tuan menerima ancaman melalui media sosial setelah menyampaikan keberatan terhadap rencana pelaksanaan road race di kawasan Taman Kota Sampit, (Kotim). Ancaman itu ditulis sebuah akun bernama @sancez549 yang mempersoalkan sikap pastor atas lokasi kegiatan tersebut.

Dalam komentarnya, akun itu menyebut bahwa pastor harus bertanggung jawab apabila event dibatalkan dan mengancam akan memicu aksi rusuh. Bahkan akun tersebut menuliskan kerugian hingga ratusan juta rupiah serta menuding aktivitas ibadah tidak memiliki alasan kuat untuk menolak kegiatan tahunan itu.

Menanggapi ancaman tersebut, Pastor Yohanes sebelumnya menegaskan bahwa gereja tidak menolak kegiatan otomotifnya, namun hanya mempersoalkan lokasi pelaksanaannya yang dinilai tidak tepat. Namun hasil akhir road race tetap dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan yang diajukan pihak gereja dan klinik terapung yang ada di sekitar lokasi acara. (Nardi)

baca juga ...  Peringati HKN ke-61, Dinkes Kotim Pererat Kebersamaan melalui Lomba Antar Instansi Kesehatan

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!