Lepas dari Pengawasan Orang Tua, Polsek Ketapang Ungkap Detik-detik Bocah Tenggelam di Wisata Alam Salju

IST/BERITA SAMPIT - Wisata Alam Salju mendadak ramai saat Anggel (12) ditemukan meninggal dunia.

SAMPIT – Liburan keluarga di kawasan wisata Alam Salju berubah menjadi tragedi. Seorang bocah perempuan bernama Angel (12) meregang nyawa setelah tenggelam di danau wisata yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 6, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten (Kotim).

memilukan ini terjadi pada Kamis 1 Januari 2026, saat Angel bersama orang tua dan keluarganya tengah menikmati libur awal tahun.

Kapolsek Ketapang, AKP Anis, mengungkapkan bahwa keluarga baru menyadari Angel menghilang beberapa saat kemudian. Panik, pihak keluarga langsung melakukan pencarian di sekitar area wisata, namun korban tak kunjung ditemukan.

“Tidak lama kemudian, anak tersebut hilang dari pengawasan orang tuanya. Keluarga langsung melakukan pencarian di sekitar area wisata, namun tidak berhasil menemukan Angel,” kata Anis, Jumat 2 Desember 2025.

Ia menyebut sebagai upaya terakhir untuk menemukan Angel pengelola wisata, Vivi (40), menghubungi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim yang lokasinya tidak jauh dari Alam Salju untuk melakukan pencarian di dalam danau.

“Setelah dilakukan penyelaman dan pencarian selama kurang lebih satu jam, korban berhasil ditemukan dalam keadaan lemas, tubuh pucat, dan membiru. Korban kemudian segera dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit oleh orang tua, pengelola wisata, dan didampingi tim BPBD,” bebernya.

Lebih lanjut ia menyampaikan setelah diperiksa oleh dokter, Angel dinyatakan meninggal dunia.

“Keluarga korban yang diwakili oleh ibunya, Mirida alias Meri (35), menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi (bedah mayat) terhadap jenazah. Keluarga menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah,” ungkapya.

Kejadian ini mengingatkan pentingnya pengawasan ekstra ketat terhadap anak-anak saat berwisata di area berair seperti danau, kolam renang, atau sungai, terutama jika anak tidak mahir berenang.

“Pengawasan aktif dari orang dewasa sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya musibah serupa,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Road Race di Taman Kota Sampit untuk Penjaringan Atlet Porprov, IMI Tegaskan Bersurat ke RS dan Gereja
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!