PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohanes Freddy Ering, menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini menjadi instrumen yang sangat strategis bagi pembangunan daerah.
Hal ini menyusul anjloknya APBD Kalteng 2026 imbas penurunan alokasi dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) beberapa waktu lalu, Freddy menyoroti pentingnya optimalisasi sumber daya lokal agar postur anggaran daerah tetap terjaga.
“Pasti perhatian kita pemerintah DPRD ke pendapatan asli daerah semakin menjadi sesuatu yang sangat penting dan strategis jadi andalan utama dalam rangka pendapatan daerah,” ujar Freddy, Sabtu, 24 Januari 2026.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa langkah penguatan PAD merupakan konsekuensi logis dari kebijakan fiskal nasional saat ini.
Ia menyebut pemangkasan dana transfer tahun ini cukup signifikan sehingga daerah tidak boleh lagi bergantung sepenuhnya pada pusat.
“Seiring dengan kecenderungan pemangkasan dana transfer ke daerah oleh pusat yang tahun ini turun drastis maka mau tidak mau daerah harus mengoptimalkan PAD,” tegasnya.
(Syauqi)












