Harga Sawit Rendah dan Pupuk Mahal, Warga Paju Epat Dorong Dukungan Industri dan Sarana Pertanian

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

– Warga Telang, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten , menyampaikan keluhan terkait rendahnya harga buah sawit serta tingginya harga pupuk yang dinilai berdampak pada pendapatan masyarakat.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Daerah Pemilihan IV, Purdiono, dalam Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 sekaligus Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi , baru-baru ini.

Dalam paparannya, Purdiono menyampaikan bahwa masyarakat Telang mengusulkan bantuan pupuk dan bibit tanaman sawit, serta bantuan traktor roda empat untuk mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan dan mendukung pembangunan pabrik karet serta pabrik kakao atau cokelat sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan dan membuka peluang ekonomi di wilayah Paju Epat.

Di sisi lain, masyarakat turut menyampaikan persoalan pembukaan lahan. Setelah membuka lahan, sebagian masyarakat mendapati bahwa area tersebut masuk dalam kawasan hutan, sehingga menimbulkan kendala bagi aktivitas pertanian.

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta kemudahan dan solusi agar dapat mengelola lahan secara berkelanjutan. “Masyarakat meminta agar dipermudah untuk membuka lahan,” ujar Purdiono.

Pada sektor infrastruktur, masyarakat mengusulkan perbaikan jembatan Telang yang rusak akibat sering dilintasi angkutan sawit. Selain itu, aspirasi juga mencakup pembuatan pagar sekolah, pintu gerbang sekolah, tempat parkir, serta penataan halaman sekolah di SMA Paju Epat.

Purdiono menjelaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan merupakan hasil dari pertemuan, dialog, wawancara, serta komunikasi aktif antara Anggota DPRD Provinsi dengan konstituen dan masyarakat di daerah pemilihan.

“Sebagai hasil dari pertemuan, dialog, wawancara, dan komunikasi secara aktif dengan konstituen serta masyarakat secara luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat secara terbuka dan jujur menyampaikan berbagai harapan terkait peningkatan pembangunan di wilayah mereka, khususnya pembangunan yang dinilai penting dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Masyarakat dengan lugas, jujur, dan terbuka menyampaikan berbagai harapan untuk peningkatan pembangunan di daerahnya, khususnya berkaitan dengan pembangunan yang sangat penting dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum,” katanya.

Diketahui, aspirasi tersebut merupakan hasil pelaksanaan reses Anggota DPRD Provinsi Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 yang berlangsung pada 2 hingga 9 November 2025 di masing-masing daerah pemilihan.

(Sya'ban)

baca juga ...  PAD Kalteng dalam RAPBD 2026 Baru 39 Persen, Fraksi Golkar Dorong Pemprov Perkuat Kemandirian Fiskal
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!