Bulog: Stok Beras di Kalteng Capai 14.437 Ton

IST/BERITASAMPIT - Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, saat memantau ketersediaan beras di gudang Perum Bulog , , Kamis, 5 Februari 2026.

– Perum Bulog (Kalteng) memastikan ketersediaan stok beras di wilayah dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Kalteng tercatat mencapai 14.437 ton.

Kepala Bulog Kalteng, Budi Sultika, mengatakan stok tersebut siap digunakan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, khususnya menjelang Bulan Ramadan 1447 Hijriah.

“Stok beras SPHP di gudang Bulog Kalteng mencapai sekitar 14.437 ton dan siap digunakan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujar Budi Sultika di gudang Bulog Kalteng, , Kamis, 5 Februari 2026.

Meski demikian, Budi menyebut beras premium masih menjadi perhatian karena sebagian besar pasokannya berasal dari luar .

Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan pengawasan ekstra dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama instansi terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menjelaskan bahwa pemantauan harga pangan dilakukan terhadap sejumlah komoditas strategis.

Komoditas yang dipantau meliputi beras, cabai rawit, cabai aneka, bawang merah, bawang putih, ikan, daging ayam, telur, daging sapi, tepung, dan garam sebagaimana tercantum dalam SP-2KP yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Selain itu, beras lokal juga menjadi perhatian.

“Berdasarkan hasil pemantauan di pasar, secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. Untuk beras lokal, harganya berada pada kisaran standar, yakni sekitar Rp13.500 per kilogram,” ujar Yuas Elko.

Namun demikian, ia mengungkapkan adanya kenaikan pada sejumlah komoditas, khususnya cabai merah.

“Cabai merah mengalami kenaikan sekitar Rp20.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya,” katanya.

Cabai rawit juga mengalami kenaikan dari harga standar yang biasanya berada di kisaran Rp85.000 per kilogram, sementara harga cabai keriting terpantau masih relatif stabil.

Untuk menjaga stabilitas harga hingga Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pemerintah daerah berencana melaksanakan operasi pasar atau pasar penyeimbang.

“Biasanya operasi pasar dilaksanakan oleh dinas atau badan terkait atas penugasan kepala daerah. Kegiatan ini diharapkan terus dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan,” jelas Yuas Elko.

Selain bahan pangan, Yuas Elko juga menyoroti harga minyak goreng curah yang masih berada pada ambang batas ketentuan meskipun terdapat perbedaan satuan penjualan antara kilogram dan liter.

Ia juga menegaskan bahwa harga elpiji 3 kilogram di tingkat eceran yang mencapai Rp35.000 menjadi perhatian. Menurutnya, harga elpiji di tingkat pangkalan idealnya berada di kisaran Rp22.000 per tabung.

“Dengan demikian, harga di tingkat pengecer diharapkan dapat dibatasi maksimal Rp25.000 agar tercipta keseragaman harga di masyarakat,” ujarnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  12 Perusahaan Sawit Gunakan Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun, Kadisbun Kalteng: Angkutan CPO Harus Tertib
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!