PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menemukan indikasi kandungan formalin pada buah anggur merah dan hitam yang beredar di Kota Palangka Raya. Temuan tersebut masih bersifat dugaan awal dan saat ini tengah menunggu hasil uji laboratorium.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disperindag Provinsi Kalteng, Maskur, mengatakan indikasi tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan pengawasan peredaran pangan.
“Kami menemukan barang yang terkontaminasi yang dicurigai, yakni adanya indikasi kandungan formalin pada buah anggur di Palangka Raya,” ujar Maskur saat ditemui di Kantor Bapperida Provinsi Kalteng, Kamis, 12 Februari 2026.
Maskur menegaskan, hingga saat ini Disperindag belum dapat menyimpulkan bahwa buah anggur tersebut benar-benar mengandung formalin. Pasalnya, pemeriksaan awal masih menggunakan alat screening tes kit yang hanya berfungsi sebagai pendeteksi awal.
“Kami belum bisa mengatakan anggur itu mengandung formalin karena hasil laboratoriumnya belum keluar. Tes kit hanya untuk screening awal, tidak bisa dijadikan dasar penetapan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sampel anggur merah dan hitam tersebut diambil dari beberapa titik penjualan di Palangka Raya. Buah yang diuji merupakan anggur impor yang beredar di pasaran.
Menurut Maskur, penggunaan tes kit dilakukan karena uji laboratorium membutuhkan biaya yang cukup besar. Jika hasil screening awal menunjukkan indikasi positif, barulah sampel dikirim untuk uji laboratorium lanjutan.
“Karena biaya uji laboratorium cukup mahal, maka kita lakukan screening awal. Ketika hasilnya terindikasi positif, baru kita ambil sampel untuk diuji di laboratorium,” katanya.
Disperindag Kalteng telah mengirimkan sampel anggur tersebut pada Senin, 9 Februari 2026 ke laboratorium di Surabaya. Maskur menyebut, fasilitas uji laboratorium resmi untuk parameter tersebut hanya tersedia di Jakarta dan Surabaya.
“Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu satu hingga dua minggu,” ujarnya.
Maskur menambahkan, secara kasat mata kandungan formalin pada buah tidak dapat dikenali. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih buah konsumsi.
“Tidak bisa dilihat secara kasat mata. Semuanya harus melalui uji laboratorium. Kami mengimbau konsumen agar lebih selektif dan tidak asal membeli,” pungkasnya.
(Sya'ban)












