SAMPIT – Aksi percobaan perampokan yang terjadi pada Jumat 20 Februari 2026 sekitar pukul 02.30 WIB menyisakan trauma mendalam bagi Marni (42).
Saat kejadian, korban berada seorang diri di rumah karena suaminya sedang bekerja di perkebunan kelapa sawit.
Dalam pengakuannya, pelaku diduga masuk seorang diri ke dalam rumah meski seluruh pintu dalam kondisi terkunci.
Korban menduga pelaku lebih dulu memadamkan sakelar listrik seluruh rumah sebelum masuk ke kamar.
Saat korban terlelap tidur, pelaku tiba-tiba masuk ke kamar, membekap wajah korban menggunakan bantal dan menindih tubuhnya. Marni yang terkejut langsung berusaha melawan.
“Saya kaget sekali, tiba-tiba wajah saya dibekap pakai bantal dan badan saya ditindih. Saya berusaha melawan dan menendang pelaku,” ungkap Marni saat ditemui di rumah sakit.
Menurutnya, saat perlawanan terjadi, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan melukainya.
Korban sempat memegang senjata tersebut, namun pelaku kemudian mengambil linggis yang ada di dalam rumah dan menghantamkannya ke bagian kepala serta wajah korban.
Akibat serangan brutal itu, korban mengalami luka serius di kepala, wajah, dan tangan, hingga harus mendapatkan sejumlah jahitan.
“Pelaku sepertinya masuk lewat pintu depan dengan cara menjebol. Namun tidak ada barang yang hilang,” kata korban.
Korban juga mengaku pelaku mengenakan masker serta penutup wajah hingga kepala, sehingga ia hanya dapat melihat bagian mata pelaku. Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri.
Dalam kondisi bersimbah darah, korban keluar rumah meminta pertolongan tetangga sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, pelaku masih dalam pencarian pihak kepolisian. Kasus ini menambah daftar aksi kriminal yang terjadi pada jam-jam rawan dini hari, dan warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperketat sistem keamanan rumah masing-masing.
(Jimmy)












