KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mulai mengoptimalkan pemanfaatan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang berlokasi di Sungai Undang. Fasilitas yang merupakan program pemerintah pusat ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Seruyan, Adhian Noor, menjelaskan bahwa pembangunan Sentra IKM dilakukan secara bertahap. Infrastruktur pendukung seperti akses jalan baru diselesaikan setelah bangunan utama rampung.
“Program ini berasal dari pusat. Jadi prosesnya tidak langsung lengkap, termasuk akses jalan yang menyusul setelah bangunan selesai,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat kendala administratif terkait pemanfaatan aset, khususnya penilaian dari Harta Kekayaan Negara. Namun, dalam dua bulan terakhir, izin tersebut telah diterbitkan sehingga fasilitas kini sudah bisa disewakan dan dimanfaatkan secara resmi.
Saat ini, Sentra IKM mulai dihidupkan melalui kolaborasi dengan program Gawi Bapakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas produksi, seperti pembuatan tepung pisang dan gula nipah yang menjadi produk unggulan daerah.
“Kedua produk ini sudah kami bawa dan paparkan di tingkat provinsi, bahkan masuk dalam rencana misi dagang dengan Jawa Timur,” jelasnya.
Meski demikian, Adhian menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional harus tetap mengikuti prosedur dan standar yang berlaku. Termasuk dalam pengelolaan limbah, pihaknya akan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar aktivitas industri tetap ramah lingkungan.
“Kami akan memanggil pihak Gawi Bapakat untuk menindaklanjuti berbagai masukan, termasuk dari Pansus. Semua harus sesuai prosedur, terutama terkait limbah,” tegasnya.
Ke depan, aset Sentra IKM yang diperkirakan bernilai sekitar Rp900 juta ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, sudah ada minat dari masyarakat untuk menyewa fasilitas tersebut guna mengembangkan usaha.
“Silakan dimanfaatkan. Ini peluang bagi masyarakat untuk berusaha. Pemerintah daerah siap mendukung dengan menyesuaikan fasilitas yang ada,” pungkasnya.
(ASY)












