Abdul Hafid dan Arah Baru PAN : Menata Konsolidasi, Menguji Kekuatan Organisasi Menuju 2029

IST/BERITASAMPIT -Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat (PAN) Kabupaten , Abdul Hafid.

Oleh: Selamat Purwanto (Pegiat , Agrobis, Pemerhati Sosial, Budaya dan )

DALAM , kemenangan partai tidak lahir dalam semalam. Ia dibangun melalui proses panjang: organisasi yang solid, kader yang tumbuh, serta kemampuan membaca kebutuhan masyarakat. Figur memang penting, tetapi sejarah menunjukkan bahwa partai yang bertahan bukanlah partai yang hanya memiliki tokoh populer, melainkan partai yang mampu membangun sistem dan kaderisasi yang kuat.

Pandangan itu menjadi menarik ketika melihat perjalanan Abdul Hafid, yang kini dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat (PAN) Kabupaten .

Di tengah dinamika yang semakin kompetitif, Abdul Hafid datang dengan latar belakang yang berbeda. Sebelum dikenal sebagai anggota DPRD Provinsi , ia lebih dahulu ditempa dalam dunia jurnalistik. Pengalaman sebagai wartawan membentuk kepekaan terhadap persoalan masyarakat serta membiasakannya mendengar berbagai sudut pandang sebelum mengambil sikap. Pengalaman itu kemudian mengantarkannya dipercaya memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten .

Perjalanan organisasinya tidak berhenti di sana. Ia kemudian dipercaya menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten , sebelum melanjutkan pengabdian sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi . Dari organisasi kepemudaan inilah ia membangun jejaring yang luas, berinteraksi dengan berbagai komunitas, dan mengenal beragam persoalan masyarakat hingga ke tingkat .

Berbekal pengalaman organisasi, jejaring sosial, dan kiprah sebagai legislator, Abdul Hafid kemudian menerima Surat Keputusan Ketua DPD PAN Kabupaten dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Namun, menerima SK bukanlah garis akhir. Justru di situlah pekerjaan besar dimulai.
Tidak lama setelah menerima amanah tersebut, Abdul Hafid bersama jajaran pengurus baru langsung menggelar Lokakarya Konsolidasi dan Pendidikan . Langkah ini menunjukkan bahwa kepemimpinan baru PAN memilih memulai dari penguatan organisasi sebelum berbicara mengenai kontestasi .

Dalam lokakarya itu, Abdul Hafid menegaskan bahwa PAN harus menjadi partai yang hadir di tengah masyarakat setiap saat, bukan hanya menjelang pemilu. Ia menekankan pentingnya memperkuat struktur partai hingga tingkat , meningkatkan kapasitas kader melalui pendidikan , memperluas ruang bagi generasi muda, serta menjaga komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Di hadapan para pengurus dan kader, ia juga menyampaikan target kepengurusannya. PAN , menurutnya, harus mampu meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029 dan meraih posisi unsur pimpinan DPRD. Target tersebut, katanya, hanya dapat dicapai melalui kerja kolektif, disiplin organisasi, dan konsolidasi yang berkelanjutan.

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa arah kepemimpinan Abdul Hafid lebih menitikberatkan pada pembenahan organisasi daripada sekadar membangun popularitas.

Lahir Bukan dari Elite , Tumbuh dari Akar Rumput

Salah satu hal yang membedakan Abdul Hafid dibanding sebagian politisi adalah perjalanan kariernya. Ia tidak lahir dari keluarga elite , tidak pula meniti jalan melalui kekuasaan birokrasi. Kariernya tumbuh dari organisasi, aktivitas sosial, dan interaksi yang panjang dengan masyarakat. Sejak lama, ia dikenal dekat dengan kelompok tani hortikultura, petani sawit rakyat, kelompok peternak, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Kedekatan tersebut dibangun melalui komunikasi yang berkesinambungan, dialog, serta pendampingan terhadap berbagai kegiatan masyarakat.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Provinsi , sebagian aspirasi tersebut diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sejumlah kelompok tani dan kelompok peternak memperoleh dukungan program melalui mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

Pada sektor infrastruktur, Abdul Hafid juga ikut mengawal penanganan Jalan HM Arsyad pada ruas Sampit–Samuda, salah satu jalur penting mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perkebunan. Melalui pembahasan bersama pemerintah provinsi, disiapkan alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar untuk penanganan ruas jalan tersebut.

Bagi masyarakat, langkah seperti itu menjadi contoh bahwa fungsi seorang legislator bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mengawal agar aspirasi tersebut memperoleh perhatian dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan.

Meski demikian, keberhasilan pembangunan tentu merupakan hasil kerja bersama antara DPRD, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Peran legislator adalah mengawal, mendorong, dan memastikan aspirasi masyarakat masuk dalam agenda pembangunan.

Membaca Perjalanan Elektoral PAN

Perjalanan PAN di Kabupaten menunjukkan dinamika yang menarik. Pada Pemilu 2014, PAN memperoleh 3 kursi di DPRD Kabupaten . Pada Pemilu 2019, perolehan itu meningkat menjadi 6 kursi, menunjukkan adanya pertumbuhan dukungan yang signifikan.

Namun pada Pemilu 2024, PAN memperoleh 5 kursi. Secara matematis, penurunan satu kursi tidak mengubah posisi PAN sebagai salah satu partai yang diperhitungkan. Akan tetapi, dari sudut pandang organisasi, hasil tersebut menjadi sinyal bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti. Target yang disampaikan Abdul Hafid untuk meraih 6 hingga 7 kursi pada Pemilu 2029 dapat dinilai realistis apabila dibangun di atas kerja organisasi yang konsisten. Sebaliknya, apabila konsolidasi hanya berlangsung pada level kepengurusan tanpa menyentuh akar rumput, target tersebut akan sulit diwujudkan.

Tantangan Sesungguhnya Ada di Internal Partai

Dalam banyak pengalaman , lawan terbesar sebuah partai tidak selalu berasal dari luar.
Sering kali tantangan justru muncul dari dalam organisasi sendiri: kaderisasi yang melemah, komunikasi yang kurang efektif, struktur yang pasif, hingga minimnya regenerasi kepemimpinan.
Karena itu, ukuran keberhasilan Abdul Hafid sebagai Ketua DPD PAN tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan atau intensitas turun ke lapangan, tetapi dari kemampuannya membangun organisasi yang bekerja secara kolektif.

Lokakarya dan pendidikan yang telah dimulai menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasilnya benar-benar dirasakan hingga tingkat kecamatan, , bahkan tempat pemungutan suara. Di situlah konsolidasi memperoleh makna yang sesungguhnya.

Prospek PAN Menuju Pemilu 2029

Peluang PAN untuk meningkatkan perolehan kursi tetap terbuka. Modal sosial yang dimiliki Abdul Hafid, pengalaman organisasinya, serta kedekatannya dengan petani, pelaku UMKM, peternak, tokoh masyarakat, dan pemuda menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.

Namun tidak hanya bergantung pada figur. Kemenangan akan ditentukan oleh kemampuan mengubah modal sosial menjadi kekuatan organisasi, menggerakkan seluruh kader, memperluas basis pemilih, dan menjaga kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Bila konsolidasi berjalan efektif, target 6 hingga 7 kursi bukan sesuatu yang mustahil. Sebaliknya, tanpa pembenahan organisasi, PAN berisiko hanya mempertahankan bahkan kehilangan basis dukungan yang telah dibangun selama ini.

Lima Tahun Masa Pembuktian

Lima tahun ke depan menjadi periode penting, bukan hanya bagi Abdul Hafid sebagai Ketua DPD PAN, tetapi juga bagi masa depan PAN .

Pengalaman sebagai wartawan, Ketua PWI, Ketua Karang Taruna Kabupaten dan Provinsi, legislator, serta kedekatan yang telah lama dibangun dengan masyarakat merupakan modal yang kuat. Namun dalam , modal hanya bernilai apabila mampu diterjemahkan menjadi organisasi yang sehat, kader yang berkualitas, dan kepercayaan publik yang terus meningkat.
Pada akhirnya, sejarah tidak mencatat siapa yang paling sering tampil di panggung atau paling banyak menggelar kegiatan. Sejarah lebih mengingat siapa yang mampu meninggalkan organisasi dalam kondisi lebih kuat daripada ketika ia menerimanya.

Di situlah kepemimpinan Abdul Hafid akan diuji: bukan semata melalui retorika dan target, tetapi melalui kemampuan membangun PAN menjadi partai yang semakin solid, adaptif, dan dipercaya masyarakat menuju Pemilu 2029.

baca juga ...  Pemkab Kotim Gelar Turnamen Voli Antar OPD-Instansi Meriahkan  HUT ke-80 RI
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!