Wabup Kotim Minta APH Telusuri Grup Medsos Viral Diduga LGBT yang Meresahkan

NARDI/BERITASAMPIT - Wakil Bupati Kotim Irawati saat diwawancarai.

SAMPIT – Kemunculan sebuah grup media sosial yang viral dan dianggap meresahkan warga mendapat perhatian dari Wakil Bupati (Kotim) Irawati dan meminta aparat penegak segera melakukan penelusuran menyeluruh.

Permintaan tersebut muncul setelah adanya laporan dari Dinas Komunikasi dan Informatika yang telah lebih dulu meneruskan temuan itu kepada pihak berwenang. Grup Facebook yang dimaksud bernama “Gay ABG Sampit”, diduga memuat konten LGBT.

“Saya minta aparat segera menelusuri, termasuk isi dan tujuan dibuatnya grup tersebut. Perlu dipastikan apakah hanya sekadar dibuat untuk menarik perhatian atau memang ada aktivitas tertentu di dalamnya,” ujar Irawati, Rabu 15 April 2026.

Menurutnya, langkah cepat sangat diperlukan agar fakta sebenarnya bisa segera terungkap sekaligus mencegah dampak yang lebih luas, terutama bagi kalangan remaja.

Informasi yang beredar menyebutkan, grup tersebut diikuti lebih dari seribu anggota dengan mayoritas akun anonim. Aktivitas di dalamnya pun tidak hanya sebatas perkenalan, tetapi juga percakapan intens hingga ajakan pertemuan langsung. Anggotanya disebut berasal dari sejumlah daerah, termasuk Sampit dan wilayah sekitar.

Irawati menilai kondisi ini harus disikapi serius karena berpotensi membawa pengaruh negatif apabila tidak segera ditangani.

“Sebagai wakil kepala daerah sekaligus orang tua, tentu saya merasa prihatin. Kita tidak ingin hal seperti ini berkembang di lingkungan anak-anak kita,” katanya.

Selain mendorong penindakan, ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak.

“Saya mengimbau orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anak saat menggunakan gadget, termasuk saat mengakses media sosial,” pesannya.

Ia menambahkan, meski sudah ada aturan terkait batasan usia penggunaan media digital, penerapannya di lapangan belum maksimal. Hal ini membuat anak-anak masih leluasa mengakses berbagai platform tanpa pengawasan memadai.

Karena itu, keterlibatan orang tua dinilai menjadi faktor utama dalam melindungi anak dari paparan konten yang tidak sesuai.

Irawati berharap semua pihak, baik pemerintah, aparat penegak , maupun keluarga, dapat berperan dalam menjaga generasi muda dari dampak negatif di ruang digital.

“Yang terpenting, kita ingin anak-anak di Sampit terlindungi dari hal-hal yang tidak baik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para remaja agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial dan memilih konten yang memberikan dampak positif.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Pilih hal-hal yang bermanfaat, karena di sana bukan hanya melihat, tapi juga berinteraksi,” pungkasnya. (Nardi)

baca juga ...  Dinas Pertanian Kotim Klarifikasi Polemik Penyaluran Pupuk Subsidi

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!