PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong keterlibatan dunia usaha dalam membantu perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah timur. Upaya ini dilakukan melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan bersama sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar ruas jalan tersebut.
“Dalam pertemuan itu, sekitar 39 perusahaan hadir, meskipun sebagian diwakili perwakilan yang juga membawahi lebih dari satu perusahaan. Dari hasil diskusi, pada prinsipnya perusahaan menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah,” ucapnya, Kamis 16 April 2026.
Namun demikian, terdapat sejumlah kendala. Salah satunya adalah adanya perusahaan yang sudah tidak aktif beroperasi, sehingga tidak dapat berkontribusi secara optimal dalam program tersebut.
“Kondisi ini tentu menjadi bahan pertimbangan. Tapi kami berharap perusahaan yang masih aktif bisa berperan dalam penanganan beberapa ruas jalan,” tambahnya.
Selain itu terdapat sekitar 10 ruas jalan yang menjadi perhatian, dengan beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai prioritas penanganan.
“Skema yang digunakan mengacu pada alokasi CSR perusahaan, yakni sekitar dua persen dari keuntungan yang dapat disisihkan untuk kegiatan sosial, termasuk perbaikan infrastruktur,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan akan berkoordinasi dan bekerja secara kolektif. Sementara itu, pemerintah daerah berperan dalam pengawasan serta evaluasi kegiatan agar berjalan sesuai rencana.
“Secara teknis nanti perusahaan yang melaksanakan. Pemerintah daerah fokus pada pengawasan dan evaluasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan perbaikan infrastruktur jalan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. (yud)












