SAMPIT – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memicu antrean panjang kendaraan berat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pemandangan truk mengular hingga ke bahu jalan pun tak terhindarkan, terutama pada jam-jam sibuk.
Di SPBU kawasan Jalan Jenderal Sudirman KM 2 Sampit, puluhan truk sudah tampak mengantre sejak pagi buta. Para sopir terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan solar untuk menunjang aktivitas operasional mereka.
“Saya sudah berjam-jam antre, sampai sekarang belum dapat,” keluh Kipli salah seorang supir truk.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa SPBU lain di wilayah Kecamatan Baamang, dan Telaga Baru.
“Disini juga saya sudah antri dari pukul 10.00 WIB,” ujar, Hengky salah seorang supir truk yang mengantre di Jalan Tjilik Riwut KM 8.
Ia menambahkan, sulitnya mendapat BBM sangat berdampak bagi pekerjaannya yang mana ia harus menunggu dan kehilangan banyak waktu.
“Biasanya bisa dua sampai tiga kali saya kirim buah ke pabrik, sekarang baru sekali sudah tersendat,” ungkapnya.
Dirinya berharap kepada pihak terkait agar dapat segera menangani masalah kesulitan BBM ini agar para pekerja khususnya supir truk dan CPO dapat bekerja dengan maksimal.
“Mudah-mudahan bisa segera diatasi biar kami kerja maksimal,” pungkasnya.
(Utomo)












