PANGKALAN BUN – Anggota DPRD Kobar H. Arief Asyrofi menyampaikan mengapresiasinya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dengan sigap mengatasi abrasi akibat gelombang ekstrim yang mengakibatkan jalan tepi pantai di 3 desa di Pesisir Kecamatan Kumai mengalami kerusakan.
“Apresiasi juga disampaikan kepada aparat dan warga di 3 desa, yang bersama-sama gotong royong membantu kegiatan BPBD dan PUPR,” katanya, Kamis 23 Juli 2026
Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa tiga desa yang terkena dampak gelombang pasang yakni desa Keraya, Sebuai Barat dan desa Teluk Bogam.
“Pada tanggal 16 dan 17 Juli 2026, tiga desa tersebut terkena gelombang pasang yang mengakibatkan abrasi, yang merusak akses jalan desa tersapu gelombang, bahkan jembatan pun rusak dampak dari abrasi tersebut,” katanya, Kamis 23 Juli 2026.
“Untuk menekan agar kerusakan tidak lebih parah, sementara waktu di desa tiga desa yang terdampak abrasi kami lakukan pemasangan geobag. Pemasangan dilakukan secara gotong royong antara Tim Reaksi Cepat BPBD Kobar dan warga,” imbuhnya.
Dikatakan Samuel, geobag yang terpasang selain dari APBD Kobar juga dari kementerian PU Direktorat jendral SDA Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Palangka Raya, dimana geobag bantuan tersebut diambil dari gudang Kuala Kapaus.
“Untuk mengejar waktu agar geobag tersebut terpasang tepat waktu, kami mengambil geobag tersebut pulang pergi hitungan waktu 4 hari, begitu tiba di Pangkalan Bun langsung kami kirim ke tiga desa tersebut,” ujarnya.
Samuel merincikan geobag yang terpasang yakni untuk desa Keraya sebanyak 200 buah geobag, Sebuai Barat 100 buah dan desa Teluk Bogam sebanyak 250 buah geobag. Total seluruhnya 550 Geobag.
“Kami mengimbau kepada warga desa yang ada di sepanjang presisi pantai untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrim seperti angin kencang, gelombang pasang dan banjir rob, kewaspadaan ini sangat penting mengingat kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan dan menggangu aktivitas sehari-hari,” ucapnya.
Selain memberikan imbauan, BPBD Kobar juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat perihal mitigasi bencana, hal ini rangkaian upaya untuk mengurangi resiko dan meminimalisir dampak bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Langkah ini lanjut Samuel, untuk pencegahan sebelum bencana terjadi dan menumbuhkan kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Dengan adanya mitigasi bencana ini masyarakat pun akan memahami jika kemungkinan akan datang bencana dengan membaca perubahan yang terjadi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Samuel juga mengimbau masyarakat Kobar untuk berhati-hati memasuki musim panas, yang di prediksi puncaknya akan terjadi di bulan Agustus. Diimbau masyarakat Kobar agar tidak melakukan pembakaran pada saat akan membuka lahan, hal ini sebagai upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (man)












