Penjual Sapi Kurban Mulai Ramai di Sampit Jelang Iduladha

NARDI/BERITASAMPIT - Sapi kurban yang dijual di Jalan HM Arsyad Sampit.

SAMPIT – Menjelang Hari Raya Iduladha sebulan lagi, penjual sapi kurban mulai bermunculan di Kota Sampit, Kabupaten (Kotim). Aktivitas penjualan ini terlihat di sejumlah titik, salah satunya di kawasan Jalan HM Arsyad, Kamis 30 April 2026.

Sapi kurban yang ditawarkan didominasi jenis ras bali yang didatangkan dari wilayah Makassar, Sulawesi Selatan. Hewan-hewan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan berkurban tahun ini.

Seorang penjual sapi kurban Kul Amri Daeng Beta menyampaikan bahwa pengiriman sapi dilakukan secara bertahap dengan total sekitar 750-800 ekor.

Dari jumlah tersebut, sekitar 500 ekor telah dipesan oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, untuk didistribusikan ke masjid-masjid di berbagai daerah. Sementara sisanya sekitar 250 ekor diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Ia menjelaskan, harga sapi tahun ini mengalami kenaikan berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya transportasi dan pengurusan dokumen, terutama akibat naiknya harga bahan bakar minyak jenis solar.

“Kalau harga memang ada kenaikan, dari ongkos angkutan dan administrasi. Per ekor naik sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta,” ujarnya.

Untuk harga jual, sapi yang tersedia bervariasi tergantung jenis dan beratnya. Sapi Bali dibanderol mulai dari Rp18 juta hingga Rp35 juta dengan berat sekitar 270 kilogram, daging bersih 70 sampai 80 kilogram.

Sementara untuk sapi jenis limosin, harganya bisa mencapai Rp75 juta per ekor dengan berat hingga 1 ton, daging bersih sekitar 350 kilogram.

Menurutnya, sapi dengan kisaran harga Rp20 juta hingga Rp25 juta menjadi yang paling banyak diminati masyarakat, khususnya di dalam kota.

Meski harga mengalami kenaikan, minat masyarakat untuk berkurban disebut tidak mengalami penurunan. Bahkan, pemesanan dari kelompok masyarakat dan pengurus masjid sudah mulai masuk sejak jauh hari.

baca juga ...  Janji Manis Pemerintah Buat Petani Perlahan Mati!

“Alhamdulillah, pesanan sudah ada dari rombongan dan kelompok masjid. Minat masyarakat tetap tinggi karena ini untuk ibadah,” katanya.

Ia menjelaskan dari sisi distribusi, pengiriman sapi dilakukan melalui jalur Makassar menuju Batulicin kemudian ke Kalteng dan akhirnya tiba di Sampit. Selama perjalanan, ia memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Sebelum dikirim, sapi-sapi tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan karantina selama sekitar 20 hari di daerah asal. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit seperti penyakit mulut dan kuku, jembrana,
bruselosis, penyakit yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Setiap sapi juga dilengkapi barcode pada bagian telinga sebagai penanda telah lolos pemeriksaan dan untuk mencegah peredaran hewan ilegal. Selain itu, menjelang hari penjualan, dinas terkait di Sampit juga akan melakukan pengecekan ulang dan memberikan label layak kurban jelang hari raya.

Selain sapi, penjual juga menyediakan kambing dengan harga berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan berat yang umumnya berkisar 10 hingga 30 kilogram.

“Diperkirakan, puncak pembelian hewan kurban akan terjadi sekitar 15 hari sebelum Hari Raya Iduladha,” tambahnya.

Sapi pesanan gubernur sebagian besar akan didistribusikan ke luar daerah seperti ke , , Pangkalan Bun dan . Untuk daerah Kotim sekitar 60 ekor saja dan didistribusikan ke masjid-masjid berbagai kecamatan. (Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!