PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten Murung Raya, telah menetapkan fokus program prioritas anggaran bidang pertanian untuk tahun anggaran 2027. Prioritas ini akan diarahkan secara khusus pada tiga komoditas utama, yaitu padi, kopi, dan kakao.
Keputusan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, dalam kegiatan coffee morning bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diselenggarakan di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Puruk Cahu pada hari Rabu 6 Mei 2026.
Rahmanto Muhidin menegaskan pentingnya penetapan fokus ini sejak dini. “Saya katakan ini di awal agar eksekutif dan legislatif dalam menyusun kebijakan anggaran di tahun 2027 nanti bisa fokus mengarah ke sana,” ujar Rahmanto.
Acara tersebut mengusung tema “Pengembangan potensi pertanian makro Kabupaten Murung Raya yang didukung melalui infrastruktur dan strategi kolaborasi OPD serta desa dan kelurahan”.
Menurut Rahmanto, sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif menjadi krusial dalam menjalankan program pertanian ini.
Ia menyoroti bahwa seringkali pihak legislatif kurang fokus pada kebijakan anggaran yang telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Oleh karena itu, Rahmanto menginstruksikan Sekretaris Daerah beserta kepala OPD untuk membangun komunikasi yang efektif dengan legislatif. Hal ini bertujuan agar kebijakan anggaran dapat benar-benar terfokus pada tiga komoditas pertanian yang telah ditetapkan.
Selain itu, Rahmanto juga menekankan pentingnya koordinasi antar-OPD terkait kebijakan pertanian ini. Sebagai contoh, Dinas Pertanian akan berfokus pada pengembangan ketiga komoditas tersebut, sementara Dinas PUPR dan Dinas Perkimtan akan memberikan dukungan dalam hal infrastruktur.
“Selain itu juga didukung oleh Dinas Perindagkop serta OPD-OPD lain untuk mendukung ini. Artinya kolaborasi ini yang perlu kita bangun sehingga apa yang kita capai untuk tiga jenis tanaman ini terlihat di lima tahun yang akan datang,” tambah Rahmanto.
Rahmanto juga menambahkan bahwa dalam perencanaan program pertanian ini, perlu ditetapkan wilayah kecamatan yang paling cocok untuk pengembangan setiap komoditas. Dukungan aktif dari para camat dan kepala desa diharapkan dapat membantu dalam menentukan wilayah-wilayah tersebut. (lulus)












